Para ASN Purna Bhakti Sukabumi Dilepas, Achmad Fahmi Berdebar-debar

  • Bagikan

KABARINDAH.COM–Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami melepas sebanyak 10 orang aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa purna bhakti per 1 Oktober 2021 di Balai Kota Sukabumi, Kamis (30/9).

Pelepasan secara kedinasan ini sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian dan dedikasi kepada para ASN Pemkot Sukabumi yang memasuki masa purna bhakti. Pada pelepasan tersebut hadir pula Sekda Kota Sukabumi Dida Sembada dan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Asep Suhendrawan dan Branch Manager PT Taspen Bogor Kuspriyani.

Baca Juga:  Lantik 5 Dewas LPP RRI, Menkominfo: RRI Penting Sebarluaskan Informasi Kepada Masyarakat

” Kegiatan ini kami lakukan rutin setiap bulan dalam kerangka penghormatan kepada yang puluhan tahun melakukan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Di mana ada ASN yang sudah mengabdi selama 17 tahun hingga 40 tahun yang menunjukkan separuh di kehidupan untuk memberikan pelayanan kepada warga Kota Sukabumi.

” Bagi pemkot sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas dukungan yang diberikan kepada masyarakat melalui pemda, sehingga dilakukan pelepasan secara resmi sebagai bentuk apresiasi,” lanjut Fahmi. Kali ini ASN yang masuk masa purna bhakti diantaranya berasal dari tenaga pendidik atau guru, Diskominfo, Badan Kesbangpol, dan RSUD R Syamsudin.

Baca Juga:  Ingin Jadi Wirausaha Mahasiswa, Ikuti FAH UIN Bandung yang Gandeng Kadin dan HIPMI,

Di sisi lain Fahmi berharap, setelah memasuki masa purna bhakti bukan berarti tidak berkiprah dalam pembangunan Kota Sukabumi. Di mana para ASN yang masuk purna bhakti tetap menjadi bagian tidak terpisahkan dari keluarga besar pemkot.

“Saya yakin bapak dan ibu semua, tetap menjadi pribadi yang produktif karena memiliki bekal luar biasa mengabdi selama puluhan tahun di pemda,” tegasnya.

Masa di akhir bulan kata Fahmi, berdebar-debar karena akan berkurang jumlah aparatur. Sebab jumlah aparatur yang meninggalkan (baik pensiun dan lainnya) belum sebanding dengan yang masuk. Misalnya dari pensiun per bulan rata-rata 12 orang per bulan. Kekurangan SDM aparatur sangat dirasakan, namun pemkot tetap optimal dalam memberikan pelayanan kepada warga.

  • Bagikan