Membangkitkan Harapan di Tengah Pandemi

  • Bagikan

Oleh Abdillah
(Ketua Mata Garuda LPDP Jabar)

 

Pandemi telah meluluhlantakan harapan dan cita-cita kebanyakan manusia. Ada banyak kegiatan tertunda sekalipun peristiwa penting. Semuanya seakan berlutut dibawah kekuatan Covid 19.

Jauh sebelum adanya covid, manusia diliputi dengan angan dan cita yang melambung tinggi seakan tak ada yang mampu menghadangnya. Manusia bangga dengan kepintaran, pengetahuan, dan keyakinannya. Kemajuan sains adalah simbol kemajuan umat manusia. Kemodernan melambangkan kekuatan peradabannya. Tak sedikit yang angkuh dengan segala bentuk kemajuan yang dimilikinya.

Namun, sejak akhir 2019 dan awal 2020, semua itu hilang dan peradaban yang konon katanya sebagai puncak kemajuan dan kekuatan tunggang langgang tak memberikan jaminan. Sungguh, pandemi telah meruntuhkan semua bangunan kehidupan. Corona telah melucuti semua bidang. Kemunculannya yang tiba-tiba membuat orang banyak kaget. Menyerang disaat kebanyakan orang tak cukup persiapan. Meruntuhkan kemapanan dan roda ekonomi tiba-tiba terjerembab dalam jurang ketidakpastian.

Rasanya, hampir semua kelompok manusia terkena imbasnya. Pergerakan bisnis seketika terganggu. Kenyamanan hidup dalam sekejap menghilang. Pandemi telah memunculkan dan menaikan jumlah pengangguran dan sekaligus kemiskinan. Banyak dari kita, mungkin teman, tetangga, kerabat dan sanak saudara yang menjadi korban virus corona ini.

Kesusahan itu semakin nampak kepermukaan. Jumlah lapangan kerja dengan sekejap berkurang dan mungkin menghilang. Entah kapan dan bagaimana semua masalah ini selesai. Namun terlepas dari semua peristiwa yang mengguncang kehidupan ini, kita tidak boleh kalah. Kesusahan bukan akhir kehidupan. Harapan itu masih ada. Bangun kembali impian meskipun harus terseok-seok oleh goncangan keadaan.

Hidup ini belum berakhir. Perjalanan masih panjang. Anggap saja fenomena ini sebagai duri-duri dalam perjalanan. Rintangan dan tantangan bagi si pengembara. Putus asa menandakan kekalahan dalam pertarungan hidup. Kita tentunya bukan pengecut. Kita semua adalah pengelana yang berani yang harus terus berjuang. Kepahitan akan berakhir dan manisnya hidup akan kembali bisa dirasakan.

“Alam terus berubah, kehidupan terus berjalan. Segala sesuatu terus mengalir” begitulah kata Heraclitus. Faktanya kita tidak akan pernah melangkah dua kali kedalam sungai yang sama. Hari-hari yang kita alami akan selalu baru. Setiap hari kita mengalami hal berbeda. Yakinlah semua masalah hidup akan berlalu. Kepedihan dan kesusahan akan berkesudahan. Hidup harus terus berjalan guna mencapai tujuan.

Marilah kita wujudkan mimpi-mimpi kita meskipun badai pandemi belum berakhir. Nikmatilah proses hidup ini. Tapakilah setiap tangga kehidupan dengan sabar. Majulah dengan Langkah-langkah kecil. Berhenti melangkah berarti membiarkan diri ditinggalkan zaman. Jadikanlah masa-masa sulit ini sebagai ujian untuk menumbuhkan lebih keberanian dan keimanan agar kita punya bekal untuk meneruskan sisa perjalanan hidup yang lebih menantang.

“Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan,” ucap Paulo Coelho dalam bukunya Sang Alkemis. Marilah kita amini perkataan ini. Kita tidak boleh kalah oleh keadaan.

Semua cita-cita harus tetap direalisasikan tentunya dengan syarat harus terus berjalan meskipun dalam kondisi yang sulit. Kondisi saat ini hanya jerat-jerat kecil yang seharusnya melecut kita untuk mewujudkan semua impian dan harapan. (*)

 

 

 

  • Bagikan