Dimensi Akhlak Mulia dalam Shalat

Oleh Reni Muplihah | Magister Pendidikan STAI Sukabumi

KABARINDAH.COM – Shalat merupakan bagian perintah yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam, sehingga harus diajarkan sejak dini. Jika tidak dilaksanakan, maka ada bentuk hukuman yaitu pukulan yang tidak memberatkan kepada anak.

Begitu pentingnya shalat dalam agama Islam, maka yang muda hingga orang tua diwajibkan untuk melaksanakannya lima waktu, tak terkecuali bagi yang sakit parah pun tetap wajib melaksanakan shalat meski dengan isyarat.

Shalat merupakan kegiatan yang sangat penting, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Ankabut Ayat 45 yang artinya “Bacalah Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Bedasarkan pemahaman ayat di atas, maka salah satu fungsi dari shalat adalah untuk relaksasi kehidupan. Dan yang sangat penting adalah menjaga kondisi emosi seseorang dari tekanan yang bisa mengakibatkan kebodohan emosi dan intelektual sehingga menyebabkannya terjebak pada perbuatan keji dan mungkar.

Baca Juga:  Metode Creative Thinking Learning dalam Menghafal Al-Qu'ran dengan Metode Daring

Oleh karena itu, terkadang manusia melupakan dirinya sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah SWT, sehingga manusia tidak mengenal lagi siapa dirinya. Bahkan, lingkungan luar lebih dikenali dibandingkan dirinya sendiri.

Manusia yang tidak mampu memahami wawasan batiniahnya sendiri hanya dikemudikan oleh logika dan insting hewaninya saja. Namun, melalui shalat, kesadaran diri tentang kawasan batin tersebut disegarkan kembali.

Orang yang shalat dengan benar akan mampu mengenal kembali siapa dirinya dan suara hatinya. Maksudnya, adalah orang yang dapat shalat dengan benar, mereka akan dapat memahami apa sesungguhnya tujuan manusia itu diciptakan di dunia ini sehingga dapat memahami hakikat dari tujuan diciptakannya.

Manusia diciptakan di dunia adalah untuk beribadah kepada Allah. Dengan melakukan shalat yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam, maka manusia dapat mengetahui siapa sejatinya dirinya. Manusia hanyalah seorang hamba yang tidak bisa apa-apa tanpa Allah SWT. Pemahaman tentang shalat akan menimbulkan kesadaran bahwa shalat adalah tuntutan suara hati, dan shalat itu bukanlah untuk Tuhan namun untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Baca Juga:  Selain Mencipta Bahagia, Ibadah Shalat Juga Jadikan Manusia Punya Akhlak Mulia!

Inilah tanda-tanda kasih sayang Allah yang telah mangaruniakan shalat sebagai suatu metode untuk mencapai ketenteraman, kebahagiaan, dan alat pemeliharaan untuk keberhasilan diri sendiri dalam menjalankan tugas sebagai khalifah di muka bumi.

Mengingat shalat lima waktu merupakan amalan yang sangat berharga bagi seorang Muslim, maka diwajibkan dalam melakukan gerakan shalat harus dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

Banyak Muslim yang sudah mengerti dan hafal dalam bacaan shalat, namun masih banyak yang melakukan kesalahan dalam gerakannya sehingga tidak berdampak pada perilaku kehidupan sehari-harinya.

Pemahaman tentang shalat yang benar akan menimbulkan kesadaran bahwa shalat adalah tuntutan suara hati, dan shalat itu bukanlah untuk Tuhan namun untuk kepentingan manusia itu sendiri.

Baca Juga:  Inilah Profil 6 Rektor Perempuan di PTN Indonesia

Shalat bukan sekadar rukuk dan sujud saja. Akan tetapi, implementasi nilai shalat itu khususnya bagi orang yang bisa khusyuk dalam mengerjakan shalat. Shalat yang ditegakkan secara benar dan sempurna juga dapat mencegah dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar, sehingga tidak berlebihan jika dalam shalat memiliki nilai-nilai akhlak mulia dalam pelaksanaannya.

Selain itu, ada hikmah jika shalat dilakukan dan dipahami dengan benar yaitu:

1) Tumbuhnya rasa ketenangan dan ketentraman dalam hati,
2) Memadukan fuingsi seluruh anggota badan dari rukuk, sujud, duduk, dan meletakkan tangan pada tempatnya,
3) Terhindar dari kelumpuhan tubuh,
4) Melenturkan anggota tubuh,
5) Sarana pengabdian diri kepada Allah, Tuhan Yang Mahatinggi,
6) Mencegah seseorang untuk berbuat dosa,
7) Penghapus dosa.

Oleh karena itu, mari bersama-sama meningkatkan pemahaman dan melakukan shalat dengan benar agar mampu menjadi manusia-manusia yang paripurna.
.