Pojok  

STEM Discovery Learning, Latihan Menulis dan Artikel Ilmiah

Wahyudin Darmalaksana, Founder Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

KABARINDAH.COM- Pendekatan STEM model pembelajaran discovery learningsangat cocok digunakan untuk strategi latihan menulis artikel ilmiah di lingkungan mahasiswa. Strategi ini berperan untuk menyiapkan tingkat kebekerjaan sarjana lulusan pendidikan tinggi menjadi sumber daya terampil.

STEM adalah Science, Technology, Engineering, Mathematics. STEM yang berusaha menggabungkan empat disiplin ilmu tersebut secara terpadu ke dalam metode pembelajaran diakui sebagai pendekatan abad-21.

Ratna Yulia (2023), dalam tulisannya “STEM dan Model-Model Pembelajaran,” Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Aceh, menyatakan bahwa model pembelajaran discovery learning dapat diterapkan dalam pendekatan STEM (Ratna Yulia, 2023).

Model pembelajaran discovery learning, yang menekankan pada penemuan konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak diketahui, memiliki enam tahapan.

Baca Juga:  Delegasi LKDM UIN Bandung Raih Juara I Kompetisi Debat Hukum Tingkat Nasional pada Unissula Law Fair 2021

Pertama, stimulasi untuk menyelediki masalah. Kedua, pernyataan hasil identifikasi masalah dalam bentuk hipotesis. Ketiga, pengumpulan data berupa informasi-informasi yang relevan untuk membuktikan hipotesis. Keempat, pengolahan data dan informasi yang diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, observasi, dan sebagainya, untuk ditafsirkan. Kelima, pembuktian hipotesis berdasarkan temuan yang dihubungkan dengan pengolahan data. Keenam, generalisasi sebagai proses menarik sebuah kesimpulan.

Latihan menulis artikel ilmiah merupakan praktik keahlian. Ia adalah model pembelajaran berbasis masalah dan kejadian kontekstual sehari-hari. Sebuah latihan yang berusaha menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara bersamaan untuk menyelesaikan suatu kasus. Teranglah bahwa latihan menulis artikel ilmiah selaras dengan model pembelajaran discovery learning dalam kerangka pendekatan STEM.

Baca Juga:  Wahyudin Darmalaksana: Ini Baru Namanya Kultur Mahasiswa

Di abad-21, sarjana lulusan pendidikan tinggi dituntut terampil. Latihan menulis artikel di lingkungan mahasiswa berperan besar dalam menciptakan tingkat kebekerjaan lulusan menjadi sumber daya profesional. Sebab, latihan menulis artikel ilmiah sarat dengan penerapan pendekatan STEM yang mengakomodasi salah satunya model pembelajaran discovery learning [].