KABARINDAH.COM, Kabupaten Bekasi – Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat memperkuat respons kemanusiaan terhadap krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi dengan menyalurkan berbagai sarana penampungan air guna mendukung distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bantuan yang disalurkan meliputi 200 jeriken air, 200 ember air, dua unit toren berkapasitas 5.000 liter, serta dua unit toren berkapasitas 2.000 liter. Bantuan tersebut ditempatkan di berbagai fasilitas umum dan titik-titik strategis di wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah sehingga masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkan air bersih secara lebih mudah.
Penyaluran bantuan dilakukan bersamaan dengan kegiatan distribusi air bersih yang dilaksanakan PMI Kabupaten Bekasi di sejumlah wilayah terdampak. Kehadiran sarana penampungan air tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem penyimpanan dan distribusi air bersih sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.

Kepala Markas PMI Pusat, Arifin M. Hadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, agar seluruh jajaran PMI meningkatkan kesiapsiagaan dan memaksimalkan pelayanan kemanusiaan dalam menghadapi dampak kekeringan ekstrem.
“Sesuai arahan Ketua Umum PMI Bapak Jusuf Kalla, PMI harus siap sedia sejak dini dalam menghadapi dampak kekeringan ekstrem. Beliau menegaskan bahwa kekeringan memiliki dua dampak utama, yakni terhadap sektor pertanian dan kemanusiaan. PMI berfokus pada penanganan dampak kemanusiaan, terutama memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap air bersih untuk kebutuhan memasak, minum, mencuci, dan mandi,” ujar Arifin M. Hadi.
Menurutnya, arahan tersebut menjadi landasan bagi seluruh jajaran PMI untuk terus memperkuat pelayanan kemanusiaan melalui distribusi air bersih yang didukung dengan penyediaan sarana penampungan air di lokasi-lokasi terdampak.
“Selain mendistribusikan air bersih, kami juga memastikan masyarakat memiliki sarana yang memadai untuk menampung dan memanfaatkan air secara optimal. Karena itu, PMI Pusat menyalurkan 200 jeriken, 200 ember, dua toren berkapasitas 5.000 liter, serta dua toren berkapasitas 2.000 liter yang ditempatkan di berbagai fasilitas umum agar distribusi air bersih menjadi lebih efektif dan dapat menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan. Ini merupakan wujud komitmen PMI untuk terus memaksimalkan pelayanan kemanusiaan sebagaimana arahan Ketua Umum PMI,” tambahnya.
Selain menyalurkan sarana penampungan air, PMI juga mengintegrasikan kegiatan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan Water, Sanitation and Hygiene (WASH). Edukasi tersebut mencakup penggunaan air secara bijaksana, menjaga kebersihan wadah penampungan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah penyakit yang berkaitan dengan kualitas air dan sanitasi.
Kegiatan penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri jajaran Pengurus PMI Kabupaten Bekasi, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Perwakilan PMI Provinsi Jawa barat serta jajaran pemerintah kewilayahan mulai dari tingkat kecamatan hingga pemerintah desa. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memastikan bantuan kemanusiaan berupa sarana penampungan air dapat disalurkan secara cepat, tepat sasaran, dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat terdampak kekeringan.











