Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Sukabumi, Warga Cibadak Rasakan Getaran

KABARINDAH.COM, Sukabumi– Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 15.11 WIB. Getaran gempa dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Cibadak, dan membuat warga sempat keluar rumah untuk memastikan kondisi tetap aman.

Salah seorang warga Cibadak, Ari Apriantos, mengaku merasakan getaran cukup jelas saat sedang berada di dalam rumah.

“Saya sedang di rumah, tiba-tiba terasa ada getaran yang cukup kuat. Saya dan keluarga langsung keluar rumah karena kaget. Alhamdulillah tidak ada kerusakan di rumah kami, tetapi sempat khawatir kalau terjadi gempa susulan,” ujar Ari.

Menurut Ari, getaran berlangsung hanya beberapa detik, namun cukup membuat warga di sekitar rumahnya saling memastikan kondisi satu sama lain.

Seperti dikutip dari keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 15.11.06 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki magnitudo 4,8 dengan kedalaman 52 kilometer. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 7,74 Lintang Selatan dan 106,44 Bujur Timur atau sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

BMKG menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa bumi tektonik dangkal yang dipicu oleh aktivitas deformasi batuan di dasar laut dengan mekanisme pergerakan geser-naik (oblique-thrust fault).

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di sejumlah wilayah, antara lain Kota Sukabumi, Cisaat, Cidolog, Simpenan, Nagrak, Kalapanunggal, Pelabuhanratu, Cianjur, Bandung, Cimahi, hingga Lembang. Pada skala tersebut, getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi.

BMKG juga memastikan hasil pemodelan menunjukkan gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 15.40 WIB, hasil pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa serta terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi BMKG.