Krisis Air Bersih Meluas di Kabupaten Bekasi, PMI Distribusikan 280 Ribu Liter Air Bersih dan Ratusan Sarana Penampungan Air

KABARINDAH.COM, Kabupaten Bekasi – Krisis air bersih akibat musim kemarau yang berkepanjangan semakin meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Menyikapi kondisi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak di Kecamatan Cibarusah dan Kecamatan Bojongmangu, Sabtu (18/7).

Distribusi air bersih dilakukan menggunakan armada mobil tangki milik PMI dan BPBD yang menyasar desa-desa yang mengalami kekeringan. Sejak pagi hingga sore, ratusan warga tampak mengantre dengan membawa galon, jeriken, ember, hingga drum untuk mendapatkan pasokan air bersih yang sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti minum, memasak, mandi, dan sanitasi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.35 WIB tersebut dilaksanakan di tiga titik, yakni Kampung Cihanjuang RT 02 RW 06 Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, serta Kampung Bojongmangu RT 011 RW 05 dan RT 008 RW 004 Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu.Kegiatan distribusi bantuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari PMI dan pemerintah daerah.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran PMI Pusat, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi yang didampingi BPBD Kabupaten Bekasi, serta perwakilan PMI Provinsi Jawa Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud sinergi antara PMI, pemerintah daerah, dan seluruh unsur terkait dalam memastikan distribusi air bersih serta sarana penampungan air berjalan lancar dan tepat sasaran bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.

Ketua PMI Kabupaten Bekasi, A. Kosasih, mengatakan distribusi air bersih merupakan bentuk komitmen PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi sehingga PMI bersama BPBD terus berupaya mempercepat penyaluran bantuan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

“Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi. Karena itu, PMI Kabupaten Bekasi bergerak cepat bersama BPBD untuk memastikan masyarakat di wilayah terdampak tetap mendapatkan akses air bersih. Selama masyarakat masih membutuhkan, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik melalui distribusi air bersih,” ujar A. Kosasih.

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, PMI Kabupaten Bekasi menyalurkan 40.000 liter air bersih, terdiri atas 30.000 liter untuk Kampung Cihanjuang, Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, serta masing-masing 5.000 liter untuk Kampung Bojongmangu RT 011 RW 05 dan RT 008 RW 004 di Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu.

Selain air bersih, PMI juga menyalurkan berbagai sarana penampungan air guna membantu masyarakat menghadapi keterbatasan pasokan selama musim kemarau. Bantuan tersebut meliputi 200 jeriken air, 200 ember air, dua unit toren berkapasitas 5.000 liter, serta dua unit toren berkapasitas 2.000 liter agar masyarakat memiliki cadangan air bersih yang memadai.

Bantuan tersebut menjangkau 360 kepala keluarga atau sekitar 1.440 jiwa, yang terdiri atas 157 kepala keluarga (628 jiwa) di Kampung Cihanjuang, 122 kepala keluarga (488 jiwa) di Kampung Bojongmangu RT 011 RW 05, serta 81 kepala keluarga (324 jiwa) di Kampung Bojongmangu RT 008 RW 004.

Selain mendistribusikan bantuan, PMI Kabupaten Bekasi juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk menggunakan air secara hemat dan bijaksana. Gunakan air seperlunya untuk kebutuhan pokok, hindari pemborosan, dan mari bersama-sama menjaga ketersediaan air bersih agar dapat dinikmati oleh seluruh warga yang membutuhkan. Kepedulian terhadap penggunaan air merupakan bagian penting dalam menghadapi dampak kekeringan,” tambah A. Kosasih.

Sebagai bentuk komitmen dalam penanganan dampak kekeringan, PMI Kabupaten Bekasi terus melakukan distribusi air bersih secara berkelanjutan ke berbagai wilayah yang mengalami krisis air. Secara akumulatif hingga Sabtu (18/7), PMI Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan sebanyak 280.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak di Kabupaten Bekasi. Bantuan kemanusiaan tersebut telah menjangkau sekitar 17.490 jiwa, menjadikan PMI sebagai salah satu garda terdepan dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih selama musim kemarau.

A. Kosasih menegaskan bahwa keberhasilan penanganan krisis air bersih tidak hanya bergantung pada pemerintah dan organisasi kemanusiaan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan sumber daya air secara bertanggung jawab.

“Distribusi air bersih akan terus kami lakukan selama masih ada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta berbagai pihak agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, proses distribusi berlangsung tertib dengan melibatkan relawan PMI yang membantu pengaturan antrean, pengisian wadah milik warga, hingga pemasangan toren air di lokasi terdampak. Kolaborasi antara PMI, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta para relawan menjadi kunci agar bantuan dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan efektif.

PMI Kabupaten Bekasi bersama BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di lapangan dan menyiapkan distribusi lanjutan apabila musim kemarau masih berlangsung. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, BPBD, maupun PMI apabila terdapat wilayah lain yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih sehingga bantuan kemanusiaan dapat segera disalurkan.