Pengusaha Sesungguhnya: Kaya Hati, Kaya Harta, dan Kaya Amal

  • Bagikan
pengusaha sesungguhnya

Ripqi Zdulpikor, Owner Penerbit Manggu

KABARINDAH.COM – Menjadi seorang kaya adalah keinginan setiap orang. Meskipun pengertian kaya bagi setiap orang berbeda, tetapi esensinya tetap berujung kepada kondisi sempurna hingga kebahagiaan hidup. Beberapa orang memaknai kaya sebagai kemewahan dan keberlimpahan harta, namun ada juga yang memaknai kaya sebagai kondisi yang tolak ukurnya ketenangan jiwa (kebahagiaan) meskipun harta tidak melimpah.

Untuk seorang kapitalis, kaya tentu saja diartikan dengan kapital yang melimpah. Kapital itupun agaknya harus berbentuk materi yang bisa diukur harganya, misalnya properti, kendaraan, perusahaan, saham, emas dan lain sebagainya. Untuk seorang sufi, kaya tentu saja bukan soal materi, tetapi ketenangan jiwa dan besarnya penghambaaan dan rasa syukur terhadap sang pencipta.

Sebagai seorang muslim, bagaimana kita harus memaknai kaya? Silahkan, setiap orang bebas dan bisa memaknai kaya sebagai apa saja. Ada tiga jenis kekayaan yang harus dikejar oleh setiap orang terutama seorang muslim. Dan bahkan sepertinya tiga kekayaan ini meski senantiasa disebut dalam setiap bisikan do’a kita kepada sang Pencipta.

Seorang Muslim meski kaya dalam tiga hal ini.

Kaya Hati

Orang yang kaya hati adalah orang yang senantiasa merasa bersyukur dan cukup dengan apa yang telah diraih dan didapat dengan cara yang halal. Ia akan cenderung menerima apa adanya.

Ia meyakini kekayaan bukanlah kemewahan duniawi semata, namun kekayaan adalah kekayaan hati yang selalu merasa cukup dan selalu bersyukur dengan segala pemberian Allah. Hal ini senada dengan hadits “Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya adalah hati yang selalu merasa cukup” (HR. Bukhari & Muslim)

Kaya Harta

Sebagai muslim, kita juga harus kaya harta. Islam menyuruh kita untuk menjadi seorang yang kaya dengan cara yang benar. Banyak ajaran Islam yang memerintahkan umatnya untuk berdagang atau berniaga. Bahkan Rasulullah Muhammad SAW sendiri adalah seorang pedagang (pebisnis) yang sukses.

Khalifah Umar bin Khattab memperkuat pesan perlunya berdagang atau berbisnis. Khalifah Umar menyuruh umat muslim untuk mengisi pasar-pasar guna berdagang atau berbisnis. Sebab jika tidak, perekonomian akan dikuasai oleh orang lain dan akibatnya bisa buruk.

Umar bin Khattab mengingatkan “Demi Allah, Sungguh jika kamu meninggalkan pasar (tidak ikut berbisnis atau berdagang) niscaya kaum lelaki kamu akan tergantung kepada kaum lelaki mereka, dan kaum perempuan kamu akan tergantung kepada kaum perempuan mereka, dan hampir dipastikan suatu ketika mereka dapat menolak memberi bantuan (memboikot atau tidak menjual barang dagangnnya) kepadamu. (Al-Haritsi, 2003)

Ucapan tersebut tentu harus mendorong kita sebagai umat muslim untuk mandiri, bahkan bila perlu kita harus kaya raya dan memiliki segalanya. Jika Jack Ma, Bill Gate bisa menjadi orang kaya, kita pun bisa dan harus menjadi orang kaya.

Kaya Amal

Dengan memiliki harta, kita akan mudah untuk bisa membuat orang lain bahagia. Jika kita memiliki banyak harta tentu saja kita bisa melakukan berbagai macam kebaikan misal memberi makan anak yatim, mentraktir tukang parkir dan pemulung di sekitar tempat tinggal kita, bahkan bisa membangun rumah sakit gratis untuk kaum papa. Dan itu adalah bentuk amal saleh yang insya Allah pahalanya mengalir.

Dengan memiliki kelebihan harta, tentu saja kita bisa memberdayakan lingkungan sekitar kita, kita bisa membuat sebuah perusahaan yang mempekerjakan orang-orang di sekitar yang sedang tidak memiliki pekerjaan. Dan itu adalah kebaikan dan amal saleh yang pahalanya hanya akan kamu rasakan ketika sudah mati.

Ingat kawan, Hartamu akan dibawa mati. Bukan sekoper uang atau emas batanganmu yang akan dibawa dan dikubur bersamamu. Tetapi harta yang kamu miliki saat ini akan kamu bawa manfaatnya nanti. Oleh karena itu, maka banyak-banyaklah beramal untuk menjadi bekal kematian. Dan itulah kenapa kita meski kaya harta, karena harta bisa memberikan kita kesempatan untuk banyak beramal.

Ketika kamu bersujud, berbisiklah ke bumi, mintalah agar kamu diberikan 3 kekayaan ini: kaya hati, kaya harta, dan kaya amal. Selamat berdo’a.

  • Bagikan