Kabar  

Karakteristik Entrepreneur Muslim Menurut Rektor UM Bandung

BANDUNGMU.COM, Bandung – Rektor UM Bandung Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc IPU mengatakan bahwa ada 5 karakteristik entrepreneur muslim yang sejatinya menjadi perhatian umat Islam khususnya warga Muhammadiyah.

Pertama, kerja keras. Rektor menyampaikan bahwa karakter seorang muslim itu bekerja keras, aktif, dan punya etos kerja yang tinggi dibandingkan dengan yang lain.

”Islam menghargai bahkan mengistimewakan orang-orang yang bekerja keras,” tutur Herry dalam kegiatan gerakan subuh mengaji (GSM) yang digelar Aisyiyah Jawa Barat secara virtual pada Rabu 11 Januari 2023.

Herry lalu menyebutkan kisah apresiasi Rasulullah SAW yang pernah mencium tangan kasar seorang pemuda akibat rajin bekerja dan bekerja keras setiap hari.

Baca Juga:  Keren! Mahasiswa Farmasi UM Bandung Ciptakan Hijab Chanteliya

Kedua, produktif. Terkait produktif ini, kata rektor, harus menjadi catatan penting karena jadi penunjang terwujudnya kehidupan yang sukses. Herry mewanti-wanti umat Islam khususnya warga Muhammadiyah agar jangan sampai menjadi orang-orang yang tidak produktif.

Kalau dalam konteks peperangangan (QS An-Nisa: 95), kata Herry, ukurannya uzur (halangan). Kalau ada halangan atau uzur, boleh tidak berperang. Namun, kalau tidak ada uzur maka harus berangkat ke medan perang dalam keadaan rida, ringan, atau terpaksa.

”Berangkat saja. Artinya bahwa semangat dan karakter penuh kejuangan (dalam ayat tersebut) ini harus kita miliki,” kata Herry.

Ketiga, inovatif. Tidak ada kesuksesan tanpa inovasi atau tindak-tindak inovatif. Rektor kemudian mengutip QS Al-Jatsiyah ayat 13:

Baca Juga:  Masih PPKM Level 4,  Kota Sukabumi Terapkan Ganjil Genap di Dua Ruas Jalan Utama Ini

”Dia telah menundukkan (pula) untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Herry mengatakan bahwa apa yang ada di langit dan bumi ini merupakan tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir. Jadi, bagi kaum yang berpikir, apa yang ada di langit dan bumi ini adalah sesuatu yang harus dipikirkan dan harus dicarikan solusinya.

Herry lalu mencontohkan bahwa ketika ada masalah, misalnya, di tengah-tengah masyarakat, itu merupakan domain orang-orang kreatif untuk kemudian mengolahnya dan mencarikan solusi terhadap masalah tersebut.

Baca Juga:  Gerai Vaksin Presisi Polres Sukabumi Kota Sasar Pelajar

Keempat, berkinerja terbaik. Kemudian Herry mengutip QS At-Taubah ayat 105. Kelima, kalkulatif. Kalkulatif dalam teori bisnis merupakan tindakan berani mengambil risiko. Risiko itu merupakan sesuatu yang hal melekat dengan bisnis.

Maka dari itu, setiap orang harus bisa menghitung, bagaimana mempersiapkan diri untuk hari esok (akhirat). Kalkulatif juga sejatinya bisa dijadikan karakter. Oleh karena itu, kata Herry, kalkulatif menjadi karakter.

”Kita bersyukur atas keberhasilan muktamar Muhammadiyah-Aisyiyah yang lalu. Kita tidak akan berlangsung dengan baik kalau tidak punya karaktek kalkulatif dan berkemajuan. Inilah yang harus kita perluas. Amplifikasi dalam semua relung kehidupan kita. Terutama yang kita bahas hari ini yakni tentang entrepreneurship,” tandas Herry.***(FA)