Kabar  

Masih Pandemi, Momen Hari Jadi Jabar ke-76 Masih Digelar Secara Virtual

Unsur Pemkot Sukabumi mengikuti pelaksanaan peringatan hari jadi Jawa Barat ke 76, Kamis (19/08).

KABARINDAH.COM Peringatan hari jadi Provinsi Jawa Barat tahun ini sangat berbeda, tentu hal ini terjadi karena masa pandemi yang belum juga usai. Momen tersebut terlihat saat upacara peringatan hari jadi ke-76 Provinsi Jawa Barat yang peringatannya dilaksanakan secara online pada Kamis (19/8).

Peringatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang diikuti pula oleh Bupati/Wali Kota serta unsur Forkopimda di Jabar termasuk di Kota Sukabumi. Hadir di Kota Sukabumi yakni Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Wakil Wali Kota Sukabumi Andri Setiawan Hamami, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Sukabumi Fitri Hayati Fahmi, dan unsur Forkopimda Kota Sukabumi.

Baca Juga:  Bencana Alam di NTT Tewaskan 68 Orang, Ini Penyebabnya

Kegiatan tersebut diawali dengan penyerahan penghargaan Gubernur Jawa Barat kepada daerah dan sosok berprestasi. Di mana Kota Sukabumi yakni Lurah Sindangsari Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi mendapatkan juara satu kelurahan pelaksana Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBRGM) dengan hadiah uang tunai Rp 40 juta dan piagam penghargaan.

” Peringatan hari jadi Jabar terasa sangat bermakna selang dua hari setelah hari kemerdekaan,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberi sambutan dalam kegiatan tersebut, Kamis (19/8). Namun tahun ini masih dalam suasana keprihatinan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Seiring sebagai bangsa pejuang, suasana keprihatinan dimaknai dengan semangat perjuangan dan mengedepankan aspek subtansial untuk instrospeksi diri, evaluasi diri mengkaji ulang capaian pembangunan setiap tahunnya

Baca Juga:  Kasus Covid Naik, Kota Sukabumi Siapkan RT RW Jadi Duta Kesehatan

Melalui hari jadi Jabar kata Fahmi, semakin memperkuat komitmen elemen pemda dan masyarakat untuk tetap semangat berinovasi, berkolaborasi menjalankan roda pembangunan bersama-sama dalam menanggulangi wabah pandemi Covid-19. Sekaligus semangat kolaborasi dan inovasi dalam pemulihan ekonomi daerah

Dalam rentang 76 tahun Jabar kata Emil, menunjukkan indikator sangat baik dalam makro. Penduduk Jabar hampir 50 juta atau 20 persen penduduk Indonesia dengan IPM pada 2020 72,09 poin, sehingga ada peningkatan dibandingkan sebelumnya 72,03 poin.

Nilai invetasi 4 persen pada 2020 rasio investasi modal terhadap output setara investasi dengan Filipina dan Thailand setara dengan negara ASEAN.

Di sisi lain ungkap Emil, lahir berbagai inovasi Jabar seperti tes swab berbasis PCR pertama kali, aplikasi pikobar managemen pengendalian Covid yang mendapatkan penghargaan internasional hingga produksi APD yang di ekpsor ke negara lain.