Kabar  

Kemendag Gelar Bisnis Forum, Kembangkan Potensi Produk Dekorasi Rumah ke Pasar Kanada

KABARINDAH.COM – Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional menggelar bisnis forum dengan tema “Potensi Dan Peluang Ekspor Sektor Home Decoration ke Pasar Kanada” secara virtual. Forum ini bertujuan untuk meningkatkan akses pasar produk dekorasi rumah Indonesia di pasar Kanada.

Kegiatan ini merupakan rangkaian Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) ke-36 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober—4 November 2021 (interaktif daring) dan hingga 20 Desember 2021 (showcase).

Forum bisnis dibuka Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Marolop Nainggolan. Hadir sebagai pembicara Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver Kanada Robby Handoko dan diaspora sekaligus praktisi dekorasi rumah di Kanada Utomo Kuntjoro.

“Diharapkan, forum bisnis dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para peserta, khususnya pelaku usaha di sektor dekorasi rumah untuk menggali informasi sebanyak mungkin tentang kiatkiat menembus pasar Kanada,” ujar Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Didi Sumedi di tempat terpisah.

Baca Juga:  Hardiknas 2021, Jokowi Siaran Podcast Bareng Nadiem Makarim

Dalam sambutannya, Marolop menyampaikan, produk dekorasi rumah merupakan salah satu sektor penyumbang peningkatan ekonomi di Indonesia. Oleh sebab itu, daya saing produk sektor ini perlu ditingkatkan.

“Kemendag berkomitmen mendorong sektor ini agar dapat lebih berkembang. Hal ini tercermin dari beberapa kegiatan yang sedang berlangsung saat ini seperti program Local Business Export Coaching ataupun program Akselerasi UKM/IKM Siap Ekspor (Aku Siap Ekspor),” jelas Marolop. Marolop melanjutkan, program Aku Siap Ekspor ditargetkan dapat mencetak semakin banyak eksportir. Kegiatan usaha ekspor akan memberikan manfaat kepada perekonomian Indonesia menjadi lebik baik. “Semakin banyak UKM yang berhasil melakukan ekspor, akan semakin memberi dampak pada perekonomian Indonesia,” tandasnya.

Dalam paparannya, Robby menyampaikan gambaran mengenai pasar Kanada serta layanan yang diberikan kantor ITPC Vancouver yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha sektor dekorasi rumah. Pada 2020, Kanada memiliki jumlah penduduk sebanyak 37,8 juta jiwa dan menempati peringkat ke-10 sebagai ekonomi terbesar di dunia.

Baca Juga:  Ingin Tahu Sistem Otomasi Kran Cuci Tangan, Ikuti PKM Teknik Elektro di Mesjid Panghegar Sumedang

Kanada, lanjut Robby, menempati urutan ke-11 sebagai negara pembeli terbesar di dunia. Di sisi lain, Kanada, menempati peringkat ke-13 sebagai negara pengekspor dunia.

“Hal ini harus dimanfaatkan pelaku Indonesia untuk memasuki pasar Kanada. Sebagai nega penyuplai, Kanada juga membutuhkan bahan mentah sebagai bahan baku dari produk yang dihasilkan,” terang Robby.

Sementara Utomo menyampaikan pengalaman dalam menjalankan usaha dekorasi rumah di pasar Kanada. Menurutnya, Kanada memiliki potensi pasar yang cukup besar. Namun, untuk memasuki pasar Kanada diperlukan pendekatan secara menyeluruh.

“Kanada memiliki karateristik pasar yang mendekati pasar Amerika Serikat. Untuk itu, pelaku usaha Indonesia harus menjaga kualitas produknya. Selain itu, Kanada memiliki wilayah yang luas, untuk itu diperlukan pengemasan yang cukup baik agar dapat bertahan dalam proses distribusi,” jelas Utomo.

Pada periode Januari—Agustus 2021 total ekspor produk dekorasi rumah Indonesia ke dunia sebesar USD 2,07 miliar, naik 33,72 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Produk dekorasi rumah yang menduduki peringkat teratas untuk ekspor antara lain furnitur kayu, kursi, wadah dan tempat barang.

Baca Juga:  Delapan titik Penyekatan PPKM di Kota Sukabumi, Berlaku Sejak 3 Juli

Hingga Agustus 2021, total perdagangan Indonesia dan Kanada mencapai USD 2,05 miliar. Pada periode tersebut ekspor Indonesia tercatat USD 675,89 juta. Sedangkan impor dari Kanada tercatat sebesar USD 1,37 miliar.

Sementara pada 2020, total perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD 2,4 milar. Ekspor Indonesia ke Kanada pada periode tersebut tercatat sebesar USD 789,12 juta sedang impor dari Kanada tercatat sebesar USD 1,6 miliar.

Produk ekspor utama Indonesia ke Kanada di antaranya karet alam, suku cadang pesawat, alas kaki, minyak kelapa sawit, dan minyak nabati. Sedangkan impor Indonesia dari Kanada di antaranya adalah sereal gandum, pupuk kimia, bubur kayu, kacang kedelai, serta bijih besi dan konsetratnya.