KABARINDAH.COM, Bandung – Masih dalam rangka acara INCODE 3rd, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UM Bandung bersama Symbiosis School of Economics Symbiosis International University dari India, The Asia International University dari Uzbekistan, dan Universiti Sains Islam Malaysia, mengadakan international community services program (PKM Internasional) pada Kamis (30/04/2026).
Acara yang berlangsung ceria ini digelar di Sekolah Perempuan Jawa Barat. Selain itu, kegiatan tersebut juga dilaksanakan di PT Pondok Tekstil Kreasindo Kota Bandung.
Suparjiman, Ketua Pusat Studi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Universitas Muhammadiyah Bandung, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud kolaborasi nyata lintas negara dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di tingkat internasional.
“Melalui kegiatan ini, kita berkolaborasi memperkuat pembinaan UMKM di setiap negara, tidak terkecuali di Indonesia,” ujar Suparjiman.
Di Sekolah Perempuan Jawa Barat, ketiga universitas tersebut memberikan sharing session kepada para pelaku UMKM. ”Setelah ini kita akan melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM yang sebelumnya menjadi binaan dari UM Bandung,” lanjut Suparjiman.
Selain itu, para mahasiswa dari ketiga universitas juga melakukan kunjungan ke PT Pondok Tekstil Kreasindo Kota Bandung untuk melihat produksi, seperti karpet, sajadah, dan kerudung.
”UMKM ini juga kebetulan sudah go internasional dan sudah ekspor usahanya ke berbagai negara Timur Tengah,” terang Suparjiman.
Perempuan lebih berdaya
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar Eva Fandora mengaku senang dan sangat mengapresiasi kegiatan ini.
Menurut Eva, kegiatan dan kerja sama seperti ini menjadi upaya konkret dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan khususnya yang berada di Jawa Barat. ”Tentu kegiatan pemberdayaan seperti ini akan menjadikan perempuan yang ada di Jawa Barat bisa mandiri,” imbuh Eva.
Eva menjelaskan bahwa adanya pembinaan ini dapat menjadikan perempuan yang ada di Jawa Barat dapat lebih mudah mendapatkan pendapatan ekonomi yang lebih baik.
”Ini juga menjadikan perempuan yang ada di Jawa barat menjadi tulang punggung keluarganya masing-masing khususnya dalam menghadapi Indonesia Emas 2045,” kata Eva.
Pada sisi lain, Asst Professor Symbiosis School of Economics Symbiosis International University Sugandh Arora sangat antusias dengan kolaborasi ketiga kampus tersebut. Menurutnya, kegiatan kolaborasi lintas negara seperti ini membawa dampak positif.
Dirinya mengaku sangat menikmati dan mendapatkan pengalaman luar biasa, khususnya bagi para mahasiswanya, selama berkegiatan akademik di Kota Kembang.
”Saya sangat menikmati kegiatan ini. Para juga mahasiswa banyak mendapatkan pengalaman yang hebat di sini tentunya,” tegas Sugandh.***(FK)











