Kelas Menulis di Hadapan ChatGPT OpenAI

“ChatGPT membantu bagian-bagian prosedur dalam penulisan artikel ilmiah, seperti latar belakang, kerangka berpikir, dan landasan teori tertentu. ChatGPT tidak mampu menciptakan struktur standar dalam penulisan artikel ilmiah untuk penawaran gagasan, orisinalitas, dan kebaruan,” Wahyudin Darmalaksana.

KABARINDAH.COM-Saat ini hadir ChatGPT produk OpenAI. ChatGPT merupakan robot percakapan (Chatbot) yang bisa menjawab pertanyaan apapun. Sedangkan OpenAI adalah perusahan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang memproduksi ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer).

ChatGPT bisa diperintah apapun. Termasuk membuat makalah (artikel ilmiah) lengkap dengan referensinya. Apakah teknologi ini acaman bagi Kelas Menulis.

Kelas Menulis adalah pusat latihan penulisan artikel ilmiah. Didirikan Tahun 2020 di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kelas Menulis berperan membatu peningkatan skill penulisan artikel ilmiah di kalangan mahasiswa.

“Kami tidak terganggu dengan kehadiran ChatGPT. Justru kami sejauh ini terus memanfaatkan berbagai platform supaya pekerjaan cepat selesai,” tutur Wahyudin Darmalaksana, yang akrab disapa Yudi, founder Kelas Menulis, Rabu, (08/03/2023).

Baca Juga:  Supaya Nyaman Saat Berkomunikasi, Kamu Perlu Tahu Fungsi NFC di Smartphone

Sejauh ini Kelas Menulis mempanfaatkan berbagai platform, seperti Google Scholar, Mendeley, Proofing, Paraphrase, Turnitin, Grammarly, dan aplikasi pencarian teks hadis. “Semua platform digunakan untuk membantu kecepatan. Sedangkan perhatian utama latihan penulisan artikel ilmiah adalah penawaran gagasan, orisinalitas, dan kebaruan,” tutur Yudi.

“Penawaran gagasan, orisinalitas, dan kebaruan dalam penulisan artikel ilmiah tidak bisa sepenuhnya diselesaikan oleh ChatGPT. Yang ada di Chat-GPT hanya kerangka logis,” lanjutnya.

Yudi menambahkan bahwa ChatGPT bisa membuatkan artikel ilmiah. Tapi ChatGPT tidak bisa menyumbangkan penawaran gagasan. Di dalam artikel ilmiah, penawaran gagasan merupakan hasil diskusi dengan penelitian-penelitian terdahulu setelah sebelumnya hasil bersih penelitian dilakukan pembacaan melalui tinjauan pustaka.

Hasil bersih penelitian merupakan hasil penggunaan metode yang relevan. Penulis artikel ilmiah mesti menentukan metode yang relevan setelah menentukan topik utama penelitian. Metode ini berperan untuk menghasilkan hasil bersih penelitian. Baru hasil bersih penelitian ini dibaca dengan menggunakan teori yang dicantumkan di bagian tinjauan pustaka hingga dihasilkan temuan penelitian.

Baca Juga:  Komitmen UIN Bandung Tingkatkan Kualitas Pembimbing Haji dan Umrah Melalui SPMHU

Tidak sampai di situ, penulis harus melakukan interpretasi terhadap temuan penelitian melalui diskusi dengan hasil-hasil penelitian terdahulu. Dari situ baru muncul penewaran gagasan atau state of the art dalam penulisan artikel ilmiah.

Penawaran gagasan adalah bila hasil penelitian sekarang mempunyai perbedaan signifikan dengan hasil penelitian terdahulu. Artikel ilmiah bukan hanya menghendaki penawaran gagasan tetapi juga orisinalitas dan kebaruan (novelty).

Orisinalitas berarti temuan penelitian tidak sema dengan penelitian-penelitian terdahulu, bukan duplikasi. Terlebih perihal kebaruan yaitu penawaran gagasan tidak pernah ditemukan atau masih langka dikemukakan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

Yudi tidak membantah bahwa ChatGPT dapat membantu bagian-bagian prosedur dalam penulisan artikel ilmiah. Kelas Menulis mengembangkan prosedur dengan menerapkan struktur standar dalam latihan penulisan artikel ilmiah.

“Tidak bisa menghindar bahwa bagian-bagian prosedur dapat menggunakan ChatGPT. Seperti bagian latar belakang penelitian, kerangka berpikir, dan landasan teori tertentu. Meskipun begitu, hasil kerja ChatGPT hanya bisa dicermati alur logisnya saja. Belum tentu hasil ChatGPT memenuhi harapan penulis,” paparnya.

Baca Juga:  Keren! Permudah Tunaikan Zakat, BAZNAS Kerja Sama dengan Aplikasi KESAN

“ChatGPT sama sekali tidak bisa menghasilkan struktur artikel ilmiah yang kami rawat selama ini. Jadi, silakan gunakan ChatGPT untuk membantu menyelesaikan bagian-bagian dalam prosedur penulisan artikel ilmiah. Tapi tidak akan kami temukan penawaran gagasan, orisinalitas, dan kebaruan di situ. Terlebih bila artikel ilmiah hasil wawancara di lapangan,” pungkasnya.

Yudi tetap bersemangat memperkuat Kelas Menulis. Dan tetap merekomendasikan untuk memanfaatkan berbagai perkembangan aplikasi teknologi. Menurutnya, Kelas Menulis tetap dibutuhkan untuk membantu pengembangan skill mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah terstandar.