KABARINDAH.COM, Sukabumi– Upaya pencegahan dan pengendalian AIDS, tuberkulosis (TBC), dan malaria di Kota Sukabumi terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam Forum Kemitraan Pencegahan dan Pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) Kota Sukabumi Tahun 2026 yang dihadiri Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi.
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat kemitraan dalam mendukung program pencegahan dan pengendalian penyakit menular di Kota Sukabumi. Kepala Bappeda Kota Sukabumi M Hasan Asari mengatakan, penanganan AIDS, TBC, dan malaria membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, tidak hanya pemerintah dan sektor kesehatan.
“Melalui forum ini, berbagai pihak mulai dari perangkat daerah, sektor kesehatan, BUMN/BUMD, sektor swasta, CSR, organisasi masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya didorong untuk memperkuat komitmen dan mengambil peran bersama,” kata Hasan. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan program pencegahan dan pengendalian ATM dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Bagi Bappeda, komitmen kemitraan tersebut juga perlu diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Dengan demikian, dukungan terhadap program pengendalian AIDS, TBC, dan malaria tidak berhenti pada koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan yang berkelanjutan.
Hasan menegaskan, persoalan AIDS, TBC, dan malaria bukan semata-mata menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Penanganannya membutuhkan kepedulian dan kontribusi bersama dari berbagai sektor.
“Pencegahan dan pengendalian AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Melalui penguatan kemitraan tersebut, Pemkot Sukabumi berharap upaya pencegahan dan pengendalian ATM semakin terintegrasi.
Kolaborasi lintas sektor juga diharapkan mampu memperkuat langkah daerah dalam mendukung target Ending AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria 2030.











