FGD Harganas 2026, PKS Kota Sukabumi Soroti Tingginya Angka Perceraian dan Serukan Penguatan Ketahanan Keluarga

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kota Sukabumi menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 di Aula DPD PKS Kota Sukabumi, Ahad (19/7/2026). Mengusung tema “Bersama Mewujudkan Keluarga yang Harmonis dan Berkualitas”, kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi keluarga di tengah perubahan sosial dan perkembangan era digital.

FGD dihadiri Ketua DPD PKS Kota Sukabumi Danny Ramdhani, anggota DPTD PKS Kota Sukabumi, para pembimbing UPA, panitia, serta peserta. Dalam sambutannya, Ketua DPD PKS Danny Ramdhani mengatakan, Hari Keluarga Nasional tidak boleh dimaknai sekadar sebagai agenda seremonial tahunan.

” Momen ini menjadi pengingat, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter individu sekaligus ketahanan bangsa,” cetus Danny, yang juga Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi. Sebab keluarga adalah madrasah pertama dan utama, dari keluargalah nilai-nilai moral, tanggung jawab, dan karakter dibangun. Ketika keluarga kuat, masyarakat akan kuat, dan pada akhirnya bangsa pun menjadi kokoh.

Danny menyoroti kondisi yang dinilai memerlukan perhatian serius. Berdasarkan data yang diterimanya, hingga Juli 2026 jumlah perkara perceraian di Kota Sukabumi telah mencapai sekitar 1.300 kasus.

Tingginya angka perceraian lanjut Danny, merupakan alarm bagi seluruh elemen masyarakat karena dampaknya tidak hanya dirasakan pasangan suami istri. Tetapi juga anak-anak yang berpotensi mengalami gangguan psikologis serta melemahnya ikatan sosial dalam keluarga.

Menurut Danny, salah satu penyebab rapuhnya hubungan keluarga adalah buruknya komunikasi, termasuk fenomena silent treatment atau saling mendiamkan saat terjadi konflik. Sikap tersebut dinilai dapat memperbesar persoalan apabila dibiarkan berlarut-larut.

“Di dalam keluarga bukan soal siapa yang menang atau kalah, melainkan siapa yang mau menjaga hubungan, saling mendengarkan, dan merawat keutuhan keluarga,” kata Danny. Selain persoalan komunikasi, ia juga mengingatkan tantangan lain yang muncul akibat perkembangan media sosial.

Menurutnya, banyak keluarga terjebak membandingkan kehidupan rumah tangga dengan gambaran ideal yang ditampilkan di ruang digital. Padahal, lanjut Danny, kebahagiaan keluarga tidak diukur dari tampilan di media sosial, melainkan dari hadirnya ketenangan, saling percaya, serta kemampuan anggota keluarga untuk saling menguatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Danny menyoroti ancaman pinjaman online ilegal dan judi online yang disebut semakin banyak menghancurkan kehidupan rumah tangga. Persoalan tersebut, katanya, tidak hanya merusak kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mengikis kepercayaan antara suami dan istri.

Di sisi lain sambung Danny, kesibukan orang tua mencari nafkah juga dinilai berpotensi mengurangi kualitas pengasuhan anak. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya kehadiran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, bukan hanya memenuhi kebutuhan materi.

Sebagai bentuk komitmen ungkap Danny, DPD PKS Kota Sukabumi menyatakan akan terus mengembangkan berbagai program penguatan keluarga. Mulai dari edukasi pranikah dan pascanikah, pendampingan keluarga, literasi pengasuhan anak (parenting), hingga kampanye pencegahan judi online dan pinjaman online ilegal.

Danny menegaskan upaya memperkuat ketahanan keluarga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Ia mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, ulama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan untuk membangun kolaborasi dalam memberikan pendampingan kepada keluarga yang menghadapi persoalan.

Berharap tutur Danny, FGD tersebut tidak berhenti pada diskusi, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat ketahanan keluarga di Kota Sukabumi. “Semoga Harganas 2026 menjadi momentum memperkokoh keluarga, menekan angka perceraian, melindungi anak-anak, serta mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitas, dan bahagia. Ketika keluarga kuat, Kota Sukabumi pun akan menjadi kota yang lebih kuat, maju, dan berkah,” jelasnya.