Kabar  

Tak Sekadar Berkarya, Seni Kriya Harus Berpijak pada Spiritualitas dan Keindahan

KABARINDAH.COM, Bandung – Dosen Program Studi Kriya Tekstil dan Fashion Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Nanang Rizali menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah karya kriya sangat bergantung pada landasan niat dan nilai-nilai spiritual yang mendasari proses perancangannya.

“Istilah kriya punya makna yang mendalam sebagai pekerjaan tangan yang spesifik dan harus mengandung nilai keindahan, kebaikan, kebenaran, dan manfaat bagi pengguna,” ujar Nanang dalam Kajian Ramadhan di Kanal Youtube UM Bandung pada Senin (16/03/2026).

Nanang menjelaskan dalam menjalani tahap awal berkarya perlu adanya niat yang berlandaskan kalimat syahadah sebagai fondasi spiritual yang paling fundamental.

“Niat dalam seni islami tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fungsional semata. Namun, harus mengandung nilai ibadah dan pemenuhan kebutuhan rohani,” jelasnya.

Selain itu, Nanang menekankan betapa pentingnya tahap qiraah atau proses meneliti dan mengkaji secara mendalam melalui studi empirik ataupun kepustakaan sebagai landasan teori perancangan.

“Proses membaca dan mengkaji ini merupakan bentuk ijtihad kreatif agar karya yang dihasilkan memiliki landasan ilmu yang kuat dan referensi yang jelas.” imbuhnya.

Wujud visual

Dalam perjalanan menghasilkan wujud visual, terdapat proses tazkiah yang merupakan tahap pencerahan rohani untuk menyatukan tenaga, pikiran, dan perasaan sang kreator.

“Penyatuan aspek lahiriah dan batiniah dalam proses kreatif ini sangat krusial agar karya yang tercipta dapat memberikan kenyamanan dan pencerahan bagi yang menikmatinya,” tuturnya.

Mengenai profil lulusan, Nanang menggarisbawahi prinsip “3D”, yakni adib (taat beribadah), alim (berilmu), dan arif (bijaksana) yang harus melekat pada setiap seniman muslim.

“Lulusan seni kriya diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang mumpuni. Namun, memiliki kebijaksanaan dan kearifan dalam bertindak serta berkarya di tengah masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, dia mengingatkan bahwa setiap hasil karya seni hendaknya mencerminkan nilai-nilai luhur karena Allah SWT sangat mencintai keindahan dalam setiap ciptaan-Nya.

“Mari kita jadikan aktivitas berkarya ini sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan menghasilkan karya budaya yang membawa kemaslahatan dan keindahan bagi sesama,” pungkasnya.***(FA/FK)