Kabar  

Perindo Jabar Luncurkan Go Jabar, 1.000 Pekerja Migran Siap Naik Kelas

KABARINDAH.COM, Bandung — DPW Partai Perindo Jawa Barat resmi meluncurkan Program Aksi Nyata “Go Jabar – Pekerja Migran Naik Kelas”. Ini merupakan sebuah gerakan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Juga untuk memperluas akses kerja legal ke luar negeri, memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI), serta mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan purna pekerja migran.

Program ini merupakan implementasi nyata komitmen Partai Perindo dalam menghadirkan solusi langsung bagi masyarakat melalui pembukaan akses kesempatan kerja global yang aman, legal, profesional, dan berkelanjutan.

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi pengirim pekerja migran terbesar di Indonesia. Setiap tahun ribuan warga Jawa Barat bekerja di berbagai negara dan memberikan kontribusi ekonomi yang sangat besar bagi keluarga maupun daerah melalui remitansi yang dikirimkan ke tanah air.

Di balik besarnya potensi tersebut, masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari praktik penempatan ilegal, keterbatasan kemampuan bahasa dan keterampilan kerja, minimnya pendampingan hukum, hingga belum optimalnya pemberdayaan ekonomi bagi pekerja migran setelah kembali ke Indonesia.

Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok menegaskan bahwa Perindo ingin menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan tersebut.

“Perindo hadir bukan hanya memberikan harapan kerja, tetapi membuka jalan kerja ke dunia. Aman, legal, profesional, dan sejahtera. Kami ingin masyarakat Jawa Barat memiliki kesempatan yang lebih luas untuk meningkatkan taraf hidup melalui akses kerja global yang berkualitas. Program Go Jabar merupakan wujud nyata politik yang berpihak kepada rakyat dan menghadirkan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat,” tegas Rifqi, dalam keterangannya, Senin (15/06/2026).

Sebagai bentuk komitmen nyata, peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua DPW Partai Perindo Jawa Barat Rifqi Ali Mubarok dengan Direktur Utama PT Nembongan Karya Agung – LPK Java Hospitality School (JHS) Purwakarta Much Agung Muharram.

Kerja sama strategis tersebut dirancang untuk membuka akses pendidikan dan pelatihan kerja luar negeri yang terjangkau bagi masyarakat.

Sekaligus membangun jalur penempatan pekerja migran yang aman, legal, profesional, dan terlindungi ke berbagai negara tujuan prioritas, yaitu Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Ketua Program Aksi Nyata DPW Partai Perindo Jawa Barat Dian Ciptadi menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu agenda unggulan Perindo Jawa Barat dalam bidang pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Program Go Jabar dirancang secara terukur dan berkelanjutan. Kami tidak hanya mempersiapkan masyarakat untuk bekerja di luar negeri, tetapi membangun kapasitas mereka melalui pelatihan keterampilan, penguatan karakter, pendidikan bahasa, pendampingan administrasi, serta perlindungan selama proses penempatan. Tujuannya agar pekerja migran Jawa Barat benar-benar naik kelas dan memiliki daya saing global,” ujar Dian.

Pada tahap awal, Program Go Jabar menargetkan penempatan 1.000 pekerja migran Indonesia secara legal, profesional, dan terlindungi.

Untuk mencapai target tersebut, sejumlah agenda prioritas akan dilaksanakan secara bertahap dan terintegrasi. Program diawali dengan peluncuran Sekolah Migran Perindo sebagai pusat pembinaan calon pekerja migran Indonesia, yang kemudian dilanjutkan dengan pendataan serta rekrutmen 1.000 calon pekerja migran.

Para peserta akan mendapatkan pelatihan keterampilan kerja dan penguasaan bahasa asing secara terstruktur guna meningkatkan daya saing di pasar kerja internasional.

Selain itu, program ini juga menyediakan pendampingan administrasi dan perlindungan hukum untuk memastikan proses penempatan berlangsung aman dan sesuai ketentuan.

Setelah itu, peserta akan difasilitasi untuk memperoleh penempatan kerja legal di berbagai negara tujuan prioritas. Tidak hanya sampai di sana, para purna pekerja migran akan mendapatkan pendampingan ekonomi dan kewirausahaan agar mampu membangun kemandirian serta meningkatkan kesejahteraan setelah kembali ke tanah air.

Sementara itu, Ketua Go Jabar Dedi Sopiandi menegaskan bahwa keberhasilan program ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pelatihan, dunia usaha, komunitas pekerja migran, hingga keluarga PMI.

“Go Jabar bukan sekadar program penempatan tenaga kerja. Ini adalah gerakan sosial untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kami ingin menciptakan ekosistem pekerja migran yang profesional, terlindungi, dan produktif. Bahkan setelah kembali ke tanah air, mereka diharapkan mampu menjadi pelaku usaha, membuka lapangan kerja baru, dan menjadi agen pembangunan di daerahnya masing-masing,” kata Dedi.

Selain memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan pendapatan keluarga, program ini juga memiliki nilai sosial dan kemanusiaan yang kuat.

Melalui edukasi, pelatihan, dan penempatan yang sesuai prosedur, program ini diharapkan mampu menekan praktik penempatan ilegal, eksploitasi tenaga kerja, serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Program Go Jabar – Pekerja Migran Naik Kelas menjadi bukti bahwa politik dapat menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.

Melalui pendekatan yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan, Perindo Jawa Barat ingin memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup, memperoleh pekerjaan yang layak, dan meraih masa depan yang lebih sejahtera.

Dengan semangat “Maju Babarengan • Aksi Nyata • Hasil Karasa”, DPW Partai Perindo Jawa Barat mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, dunia usaha, lembaga pelatihan kerja, komunitas pekerja migran, serta keluarga PMI untuk berkolaborasi dalam mencetak pekerja migran yang profesional, aman, dan berdaya saing global.

Melalui sinergi tersebut, diharapkan para pekerja migran mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.