Ibrah  

5 Langkah Menjauhi Perbuatan Ini Bisa Mendekatkan Dirimu dengan Allah

KABARINDAH.COM – Setiap hamba beriman, pasti memimpikan dirinya berdekatan dengan Allah. Sebab, bila kita berdekatan dengan-Nya, maka saat sedang sendirian, tidak akan pernah merasa kesepian. Ini terjadi karena hati kita selalu terkoneksi dengan-Nya; tidak long distance relationship dengan-Nya.

Adapun bila berjauhan hati dengan-Nya, hidup kita akan mudah terombang-ambing diterpa gelombang hidup yang tak berarah. Berikut 5 perbuatan yang harus dijauhi orang yang hendak mendekati Tuhan. Untuk selalu berdekatan dengan-Nya, kita dianjurkan untuk tidak melakukan hal di bawah ini.

1. Jangan Menjadi orang yang Lalai.

Sebisa mungkin, ketika kita melakukan dosa atau salah, segeralah bertaubat. Jangan sampai, murka Allah hadir kepada kita dengan mengunci pikiran, hati dan penglihatan sehingga seluruh kebaikan Allah yang ada di muka bumi ini tak pernah kita syukuri. Jika panggilan untuk beribadah kepada-Nya berkumandang segeralah laksanakan.

Baca Juga:  Agar Kamu Nggak Gelisah, Galau dan Merana, Dekatilah Allah. Inilah 4 Langkah Mendekati-Nya

Firman Allah Swt., “Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang lalai. Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi.” (QS. An-Nahl: 108-109).

2. Jangan menjadi Pemuja Nafsu.

Dalam dunia ini, salah satu keunikan manusia adalah memiliki hawa nafsu. Itu pula, kenapa manusia terkadang sama dengan hewan, karena mereka memiliki hawa nafsu. Jika tidak ingin jauh dari rahmat Allah, maka jangan melulu menuruti hawa nafsu. Sebab, perbuatan ini sangat disenangi syaitan. Kalau masih ngeyel jadi pemuja hawa nafsu, kita pun akan lupa sama sekali pada Allah.

Firman-Nya, “Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan syaitan. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan syaitan itulah golongan yang merugi.” (QS. Al-Mujaadilah: 19).

Baca Juga:  Ibda Binnafsik

3. Selalu Berburuk Sangka Kepada Allah.

Allah adalah apa yang kita pikirkan. Kata-kata itu tertuang dalam kitab suci Al-Quran. Sehingga kita yang sungguh terbatas ini tidak boleh berburuk sangka kepada-Nya, hanya karena gara-gara hidup kita sedang didera derita panjang.

Firman Allah Swt., “Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu, prasangka itu telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Fushslhilat: 23).

4. Jangan Riya dan Aniaya.

Riya merupakan sikap yang dibenci oleh Allah, karena menganggap dirinya paling baik sealam dunia. Kemudian, ia suka memamerkan kesuksesaan atas hasil usahanya kepada orang lain. Sementara itu, aniaya adalah merampas hak orang lain kemudian merugikan mereka demi keuntungan diri sendiri (curang atau culas).

Firman Allah Swt., “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS. An-Nisaa’ : 29-30)

Baca Juga:  Imam Zamakhsyari, Mufasir & Ulama Produktif yang Hidupnya Melajang

5. Jangan berbuat batil dan ingkar kepada Allah.

Allah adalah sebaik-baiknya pemberi keputusan. Kita, kerapkali tak mempercayai itu sehingga dalam hidup ini suka mengingkari keputusan-Nya. Firman Allah Swt., “Katakanlah: “Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dan diantara kamu. Dia mengetahui apa yang di langit dan di bumi. Dan orang-orang yang percaya kepada yang batil dan ingkar kepada Allah, mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Ankabuut’: 52).