KABARINDAH.COM, Bandung — Pergantian pejabat di perguruan tinggi bukan sekadar perubahan struktur organisasi.
Bagi Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto, yang lebih penting adalah bagaimana kepemimpinan baru mampu membuat kampus bekerja lebih baik dan manfaatnya dirasakan mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Herry saat memberikan arahan dalam pelantikan delapan pejabat struktural UM Bandung.

Ia menegaskan, jabatan merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan yang lebih baik, dan kolaborasi lintas unit.
“Amanah ini bukan sekadar penghargaan. Namun, tanggung jawab yang harus diwujudkan melalui kinerja yang nyata, kepemimpinan yang visioner, dan kemampuan membangun kolaborasi di seluruh lingkungan universitas,” ujar Herry.
Menurut Herry, keberhasilan pimpinan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dibuat.
Setiap kebijakan harus memberi manfaat bagi perkembangan kampus, meningkatkan mutu layanan, dan mendukung kemajuan sivitas akademika dalam jangka panjang.
Di Fakultas Sains dan Teknologi, kepemimpinan baru diarahkan untuk memperkuat pembelajaran, riset, dan inovasi yang sesuai dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.
Lulusan diharapkan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi mampu menghasilkan solusi dan memiliki semangat technopreneurship.
Sementara itu, Fakultas Sosial dan Humaniora didorong membangun budaya akademik yang kreatif dan kolaboratif.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis diharapkan semakin adaptif terhadap ekonomi digital dan dunia usaha.
Sedangkan Fakultas Agama Islam diarahkan memperkuat pengembangan ilmu keislaman yang moderat, berkemajuan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Manfaat juga diarahkan pada peningkatan fasilitas kampus. Herry mendorong pengembangan masjid dan perpustakaan, penyelesaian interior gedung, akses dan parkir, technopreneur center, hingga fasilitas air bersih, energi surya, pemanenan air hujan, serta pengelolaan sampah dan limbah.
Dari sisi kemandirian finansial, UM Bandung juga akan memperkuat bisnis dan kemitraan usaha.
Aset seperti TK, apotek, catering, bakery, dan galeri produk kriya diharapkan dapat dikelola secara produktif sekaligus membuka sumber pendapatan baru bagi pengembangan kampus.
Hasil riset dan inovasi kampus pun diminta tidak berhenti di lingkungan akademik. Melalui diseminasi inovasi dan perluasan dampak, UM Bandung ingin memastikan pengetahuan dan inovasi yang dihasilkan sivitas akademika dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Di tengah digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan regulasi, dan persaingan global, Herry meminta para pejabat baru tidak terjebak dalam rutinitas administratif.
“Saya berharap Saudara tidak hanya menjalankan rutinitas kegiatan administratif. Namun, mampu menghadirkan gagasan-gagasan baru yang memberikan nilai tambah bagi kemajuan UM Bandung,” tegasnya.
Delapan pejabat yang dilantik yakni Noviani Arifina Istiqomah sebagai Dekan FST; Ririn Suharsih sebagai Wakil Dekan FST; Latifah sebagai Wakil Dekan FSH; Budi Sadarman sebagai Wakil Dekan FEB; Yudi Daryadi sebagai Wakil Dekan FAI; Qori Atur Rodiah Suhada sebagai Kepala Bagian Pengembangan Sarana dan Prasarana; Redoyan Refli sebagai Kepala Bagian Diseminasi Inovasi dan Perluasan Dampak; serta Yudistia Teguh Ali Fikri sebagai Kepala Bagian Bisnis dan Kemitraan Usaha.

Bagi Herry, seluruh agenda tersebut membutuhkan kerja bersama. “Keberhasilan hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur universitas bekerja dalam satu arah, satu tujuan, dan satu semangat,” katanya.
Dengan kolaborasi tersebut, UM Bandung diharapkan semakin mampu menghadirkan pendidikan berkualitas, layanan yang lebih baik, inovasi yang berguna, dan kontribusi nyata bagi Muhammadiyah, bangsa, dan kemanusiaan.***(FA/FK)












