KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemilihan Duta Baca tingkat Kota Sukabumi Tahun 2026 memasuki puncak acara pada Rabu (27/8/2026). Di mana, ada sebanyak 10 finalis mengikuti Gala Final Pemilihan Duta Baca Kota Sukabumi Tahun 2026 yang mengusung tema “Satu Bacaan Sejuta Cahaya : Menyalakan Cahaya Litetasi, Menerangi Masa Depan Kota Sukabumi”.
Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispusipda) Kota Sukabumi Olga Pragosta dan dihadiri Pustakawan Ahli Madya dan Pustakawan Ahli Muda, Perwakilan IPI Kota Sukabumi, Bunda Literasi Kecamatan se- Kota Sukabumi, Bunda Literasi Kelurahan se- Kota Sukabumi. Dalam kegiatan Gala Final ini, para finalis berkompetisi untuk mendapatkan label Juara pada Pemilihan Duta Baca 2026.
Mereka melaksanakan Opening Number pada pembukaan awal Kegiatan, lalu dilanjutkan dengan Motion Challenge untuk melihat sejauh mana pengetahuan Para Finalis Duta Baca mengenai materi yang sudah diberikan. Evaluasi dan penilaian dilakukan oleh tiga dewan juri ahli, yaitu Aris Munandar, Miladia Fatimah Nur Safitri, dan Yusmeli Japar.
Dari Pemilihan hari ini menghasilkan 4 Juara dengan detail berikut :
1. Juara 1 : Ladifa Olwi Salsa dari Kec. Cibeureum.
2. Juara 2 : Adinda Mutiara Hasan dari Kec. Gunung Puyuh.
3. Juara 3 : Zahra Intan Hanifah dari Kec. Citamiang.
4. Juara Favorit : Putri Octaviani dari Kec. Gunung Puyuh.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki turut hadir pada kegiatan Gala Final Duta Baca Kota Sukabumi Tahun 2026. Ia mengapresiasi seluruh finalis dan pihak yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.
” Keberadaan Duta Baca memiliki peran penting dalam menumbuhkan semangat membaca, terutama di kalangan generasi muda,” ujar Ayep. Menurutnya, membaca memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membaca buku atau melihat tulisan.
Membaca terang Ayep, harus melibatkan mata, telinga, dan hati. Seluruh hasil bacaan harus bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Membaca bukan hanya soal membaca buku, tetapi bagaimana juga mampu membaca masa depan.
” Budaya membaca perlu dimulai dari lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi dan terus berkembang di tengah masyarakat,” cetus Ayep. Kebiasaan membaca dapat memperluas wawasan dan pengetahuan sekaligus membangun kemampuan masyarakat dalam memahami berbagai perubahan yang terjadi.
Wali Kota menyoroti perkembangan digitalisasi dan teknologi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI), yang semakin memudahkan masyarakat dalam mencari informasi. Namun, kemudahan tersebut tetap harus diimbangi dengan kemampuan membaca dan memahami informasi yang diperoleh.
” Teknologi bisa membantu kita mencari informasi, tetapi hasilnya tetap harus dibaca,” imbuh Ayep. Sebab, tidak akan menjadi ilmu pengetahuan apabila tidak dibaca dan dipahami.











