Satlinmas Tipar Kota Sukabumi Didorong Tak Hanya Jaga Keamanan, tetapi Ikut Dongkrak Kesadaran Pajak

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat kelurahan dinilai semakin strategis. Selain menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, anggota Satlinmas didorong menjadi penghubung pemerintah dengan masyarakat dalam berbagai program pembangunan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satlinmas Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Tipar, Kota Sukabumi, Rabu (26/8/2026). Bimtek mengusung tema “Memperkuat Peran Satlinmas sebagai Garda Terdepan Keamanan Lingkungan Kelurahan Tipar untuk Kota Sukabumi.”

Kegiatan tersebut diikuti 40 anggota Satlinmas dari total 78 anggota yang berada di Kelurahan Tipar. Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Camat Citamiang Aries Ariandi, Lurah Tipar Cecep Kuswandi, serta unsur kewilayahan lainnya.

Ayep mengatakan, Satlinmas tidak hanya memiliki tugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Mereka juga dapat berperan membantu pemerintah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat terhadap berbagai program.

Menurut Ayep, anggota Satlinmas dapat membantu Ketua RT dan RW dalam menyosialisasikan kewajiban pajak, termasuk opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) roda dua dan roda empat serta Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

“Selain membantu keamanan, membantu Ketua RT-RW dalam memaksimalkan opsen pajak kendaraan bermotor roda dua dan roda empat, kemudian pajak PBB-P2,” ujar Ayep. Satlinmas juga didorong ikut membantu pemerintah mencari calon pekerja migran dari wilayah Kelurahan Tipar yang memiliki minat dan memenuhi persyaratan.

Selain itu, Ayep mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Ia menyebut masyarakat dapat berpartisipasi melalui gerakan sedekah sebesar Rp 1.000 per minggu.

Menurutnya, partisipasi tersebut bersifat
sukarela dan tidak boleh dilakukan dengan paksaan. “Ya masyarakat berpartisipasi Rp 1.000 per minggu, tanpa paksaan, keikhlasan saja,” katanya.

Ayep juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dengan demikian, menurut dia, peran Satlinmas dapat semakin luas, tidak hanya berkaitan dengan keamanan tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang tertib, bersih, dan memiliki kepedulian sosial.

Camat Citamiang Aries Ariandi mengatakan, kegiatan Bimtek Satlinmas tersebut merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang dititipkan melalui kecamatan dan dilaksanakan oleh kelurahan. Ia mengatakan, Satlinmas merupakan garda terdepan dalam menciptakan wilayah yang aman dan tertib.

“Bagaimana hari ini kita menitipkan kepada Satlinmas yang ada di Kelurahan Tipar, bagaimana bisa menjadi jembatan, bisa menjadi corong dari pemerintah kota,” ujar Aries. Ia berharap anggota Satlinmas dapat membantu menyampaikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat, termasuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), kesadaran membayar PBB-P2, hingga program Baznas.

Aries menjelaskan, jumlah Satlinmas di Kecamatan Citamiang mencapai sekitar 434 orang yang tersebar di lima kelurahan. Sementara itu, Kelurahan Tipar memiliki 78 anggota Satlinmas.

Lurah Tipar Cecep Kuswandi mengatakan, Bimtek menjadi kesempatan bagi anggota Satlinmas untuk kembali belajar sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalankan tugas. “Alhamdulillah hari ini kita bisa berkumpul dan belajar bersama. Mudah-mudahan melalui kegiatan ini, anggota Satlinmas semakin memahami tugasnya dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanyam

Menurut Cecep, Satlinmas memiliki posisi yang dekat dengan masyarakat. Mereka menjadi salah satu unsur yang dapat membantu pemerintah kelurahan ketika terjadi persoalan keamanan maupun kegiatan kemasyarakatan.

Karena itu, Cecep berharap anggota Satlinmas tidak hanya memahami tugas pokoknya, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak.

Terkait insentif bagi anggota Satlinmas, Ayep mengatakan pemerintah akan mempertahankan pemberian insentif tersebut seiring dengan kemampuan keuangan daerah. Ia menjelaskan, sebelumnya anggota Satlinmas tidak mendapatkan insentif.

Namun, pemerintah kemudian memberikan insentif yang hingga kini telah berjalan sekitar satu setengah tahun. “Nanti, setelah keuangan kita membaik. Kita kan awalnya tidak ada insentif, jadi diinsentifkan. Kita sudah berjalan paling tidak satu tahun setengah insentif ini berjalan,” ujar Ayep.