Perlukah Sekolah PAUD Sebelum Masuk Sekolah Dasar?

Oleh Mahpujoh MPd
(Magister PAI STAI Sukabumi)

 

Pendidikan anak usia dini yang meliputi TK, RA dan satuan PAUD sejenis yang di bawah naungan PKK pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek kepribadian anak.

PAUD memberi kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kepribadian dan potensinya secara maksimal. Atas dasar ini maka lembaga PAUD perlu dan harus menyiapkan berbagai kegiatan yang dapat memgembangkan berbagai aspek perkembangan. Di antaranya adalah aspek kognitif, bahasa, sosial emosional, fisik dan motorik.

Secara institusional Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga dapat diartikan sebagai salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun perkembangan ini berupa koordinasi motorik (kasar dan halus), kecerdasan emosional, kecerdasan jamak (multi intelegences), maupun kecerdasan spiritual, sesuai dengan keunikan anak usia dini.

Secara yuridis, istilah anak usia dini di Indonesia ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Dalam Undang Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 1 ayat 14 yang berbunyi bahwa pendidikan anak usia adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar.

Baca Juga:  Anak ialah Anugrah dari-Nya, Didiklah Mereka Sepenuh Hati

Anak memiliki kesiapan dalam Memasuki usia sekolah dasar dan sederajat, selanjutnya pada pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini di nyatakan bahwa 1) Pendidikan Anak Usia Dini diselenggarakan sebelum.memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar.Dimana usia ini anak lebih banyak bermain daripada belajar, anak di tuntut untuk mengeksplor. 2) Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui Jalur pendidikan formal, non formal dan informal. 3) Pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal meliputi: TK, RA atau bentuk lain yang sederajat. 4) pendidikan anak usia dini jalur pendidikan non formal yaitu Kelompok bermain dan tempat penitipan anak. 5) pendidikan anak usia dini jalur pendidikan informal yaitu pemdidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

Baca Juga:  Tangani Stunting di Lombok, 6 Mahasiswa UMBandung Ikuti KKN MAS 2021!

Secara umum Pendidikan Anak usia dini adalah memberikan stimulasi atau rangsangan bagi perkembangan potensi anak agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yanf Maha Esa, berahlak mulia, sehat berilmu, cakap, kritis, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan tentunya menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Senada dengan tujuan di atas, Solehudin (1997) menyatakan bahwa tujun pendidikan anak usia adalah pertumbuhan dan perkembangan anak memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan menyeluruh sesuai dengan norma dan nilai nilai kehidupan yang dianut.

Melalui pendidikan anak usia dini, anak diharapkan dapat mengembangkan segenap potensi yang ada pada diri anak seperti kemampuan kognitif,sosial, emosional dan fisik motorik. Ada satu aspek yang tidak bisa di tinggalkan adalah aspek perkembangan rasa beragama sebagai dasar dasar akidah yang lurus sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa betapa pentingnya anak anak sebelum.memasuki sekolah dasar terlebih dahulu harus memasuki pendidikan anak usia dini karena dengan memasukan anak lebih dulu ke PAUD Yang tidak lain untuk menstimulus semua aspek yang ada pada diri anak .

Baca Juga:  Metode Creative Thinking Learning dalam Menghafal Al-Qu'ran dengan Metode Daring

Pendidikan anak usia dini mengutamakan bermain sambil belajar karena usia paud termasuk usia golden age, pada masa ini anak leboh senang bermain. Dengan bermain di PAUD anak bisa belajar tentang aspek-aspek yang ada pada diri mereka.

Bermain di PAUD merupakan pembelajaran yang tidak bisa dilupakan oleh anak-anak. Contohnya, anak diajarkan tentang konsep sain tentang gunung meletus cukup kita bermain menggunakan sabun cair, susu cair,  serta pewarna makanan.

Maka dari itu, betapa pentingnya memasukan anak anak di bawah 6 tahun untuk ke PAUD (TK, RA) karena perkembangan otak kiri dan otak kanan menjadi seimbang.

Kita ambil contoh anak yang seharusnya masuk PAUD sama orang tuanya dimasukan sekolah dasar dengan alasan anaknya sudah pandai calistung padahal secara usia anak ini belum siap untuk masuk sekolah dasar ketika anak duduk di kelas 4 sekolah dasar anak ini mengalami kejenuhan belajar dengan alasan sering sakit.