Marak Investasi Kripto, Bos BCA: Bisa Jadi Investasi Alternatif! Asalkan?

  • Bagikan

KABARINDAH.COM – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setiaatmadja buka suara mengenai fenomena investasi di aset kripto yang belakangan ini sedang digandrungi investor milenial.

Maraknya investasi di aset kripto, terutama bagi generasi milenial memang tak bisa dihindari seiring populernya cryptocurrency belakangan ini seperti Bitcoin, Ethereum dan Dogecoin yang harganya naik cukup signifikan.

Hal ini yang membuat investor berbondong-bondong berinvestasi di aset kripto. Menurut Jahja, aset kripto saat ini bisa menjadi alternatif investasi, namun ia berpesan agar investor tetap berhati-hati memilih produk aset kripto yang berkualitas dan agen yang kredibel.

“Kriptonya sendiri asal dipilih yang baik mungkin bisa jadi alternatif investasi asal agennya yang beroperasi di Indonesia kredibel,” ungkap Jahja, Rabu (28/4/2021).

Seperti diketahui, belakangan ini aset kripto harganya naik signfikan terutama dipengaruhi masuknya perusahaan besar seperti Tesla yang mengumumkan pembelian US$1,5 miliar di Bitcoin. Perusahaan milik Elon Musk ini juga membolehkan pembelian mobil listrik dengan kripto.

Di Indonesia, nilai transaksi aset kripto cukup fantastis. Berdasarkan data CoinMarketCap misalnya, 4 perusahaan yang cukup aktif melakukan transaksi, volume transaksi Indondax mencapai US$ 166,62 juta (Rp 2,41 triliun) dalam sehari.

Selain itu, Zipmex, yang beroperasi di Australia, Singapura, dan Indonesia volume transaksinya mencapai US$69,25 juta (Rp 1,1 triliun. Triv, nilai transaksinya mencapai US$77,75 juta (Rp 1,3 triliun) dan Rekeningku.com nilai transaksinya mencapai US$34,44 juta (Rp 499,38 miliar).

  • Bagikan