Bisnis  

Lee Su Jin, Petugas Kebersihan yang Berubah Menjadi Konglomerat

KABARINDAH.COM – Berawal dari menjadi seorang petugas kebersihan, seorang pria bernama Lee Su Jin berhasil menjadi konglomerat berkat aplikasi yang ia ciptakan.

Sebelum menjadi konglomerat, pria asal Korea Selatan itu hidup miskin dan kerap harus berpindah dari satu kerabat ke kerabat lain agar dapat bertahan hidup.

Pada usianya yang ke-23 tahun, Lee Su Jin bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah love hotel atau yang di sana disebut sebagai motel.

“Hari demi hari, saya merasa sengsara tetapi bertahan. Rasanya seperti mimpi sekarang,” ungkapnya.

Disebutkan dalam laman CNBC Make It, Lee Su Jin bekerja sebagai seorang cleaning service karena dia sudah yatim piatu sejak kecil. Motel memberinya tempat tinggal dan upah tetap.

Baca Juga:  Inilah Profil 6 Rektor Perempuan di PTN Indonesia

Lee Su Jin kemudian mengumpulkan upahnya dan menginvestasikannya ke dalam bentuk saham. Tak hanya itu, dia juga mulai berbisnis salad. Meski demikian, usahanya itu tak berjalan mulus, seluruhnya gagal.

Pada akhirnya, Lee Su Jin kembali ke dunia hotel. Kali ini, dia tidak kembali sebagai seorang petugas kebersihan, melainkan untuk membangun komunitas perhotelan, hingga memasok handuk, tisu toilet, dan sebagainya.

Lee Su Jin yang merupakan sarjana teknik Universitas Nasional Kongju itu pada 2007 lalu akhirnya merilis aplikasi Yanolja yang artinya hey, let’s play. Aplikasi ini menjadi yang paling populer dalam hal memesan penginapan tersebut.

Waktu itu dia berupaya membujuk para pemilik hotel untuk membuang citra buruk penginapan semacam ini. Tujuan Lee Su Jin adalah mengembangkan fasilitas agar dapat memancing lebih banyak turis, pengunjung keluarga, hingga pelancong bisnis.

Baca Juga:  Garuda Akhiri Kontrak Sewa 12 Pesawat Bombardier CRJ 1000, Ini Penjelasan Erick Thohir

Citra buruk love hotel pun berhasil diubah. Mantan petugas kebersihan itu juga berhasil mengembangkan bisnis dengan basis cloud. Konsep ini membuat para hotel bisa mengorganisasi sistem reservasi dan melakukan analisis big data guna memprediksi kebiasaan pelanggan.

Yanolja sudah memiliki mitra lebih dari 17 ribu hotel dan lebih dari 350 karyawan. Sebagian besar pegawai Yanolja fokus pada riset dan pengembangan, juga mencakup dan software.