Kabar  

Kota Sukabumi Tempati Lima Peringkat Tertinggi Vaksinasi di Jabar

KABARINDAH.COM–Cakupan vaksinasi Covid-19 Kota Sukabumi menempati peringkat tertinggi ke lima di Jawa Barat. Hal ini berdasarkan pada data dasboard Kementerian Kesehatan (Kamenkes) per 11 Oktober 2021.

 

Di mana data tersebut berasal dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional/KPC PEN.

 

” Cakupan vaksinasi Kota Sukabumi untuk dosis kesatu mencapai 78.22 persen. Capaian ini menempatkan Kota Sukabumi sebagai daerah dengan cakupan vaksinasi tertinggi ke lima di Jabar,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi Lulis Delawati, Rabu (13/10).

 

Lulis menjelaskan, rincian peringkat cakupan vaksinasi di Jabar yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kota Citebon, dan Kota Sukabumi. Sementara dosis kedua di Kota Sukabumi mencapai 37,90 persen.

Baca Juga:  Webinar UMBandung: Sektor Farmasi Bisa Ikut Pulihkan Ekonomi di Era Pandemi Covid-19

 

” Peringkat dosis kedua di Jabar yakni Kota Bandung, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kota Cirebon, Kota Banjar, dan Kota Sukabumi,” tambahnya.

 

Iapun menegaskan, upaya percepatan vaksinasi ke depan akan terus digencarkan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Di antaranya warga harus selalu memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan.

 

” Petugas di lokasi vaksinasi secara rutin mengingatkan warga akan pentingnya protokol kesehatan. Sebab hal ini efektif dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tutupnya.

 

Disisi lain Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menambahkan, upaya akselerasi vaksinasi saat ini digelar berbasis RW. Vaksinasi berbasis RW ini mendekatkan lokasi kepada warga.

 

Sehingga kata Fahmi, warga tidak perlu jauh-jauh untuk menjangkau lokasi vaksinasi. Sebelumnya vaksinasi dipusatkan di sejumlah tempat seperti Gedung Juang 45 Kota Sukabumi.

Baca Juga:  Sambut Puasa, LPPAIK UMBandung Kupas Penentuan Awal Ramadan Hingga Kalender Islam Global

 

Iapun berharap ke depan vaksinasi terus dimaksimalkan lagi dan hasil evaluasi dijadikan masukan untuk perbaikan kegiatan vaksin. Sehingga dengan makin banyaknya warga tervaksin akan membentuk herd immunity di masyarakat.