KABARINDAH.COM, Sukabumi–Beragam cara dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir maupun longsor. Di antaranya dengan mengupayakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan drainase yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Cikondang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi yang diadakan pada 15 Desember 2025 dan dibuka secara resmi Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki.
” Pembangunan TPT dan drainase merupakan usulan dari masyarakat agar wilayah Cikondang terhindar dari bencana banjir dan longsor,” ujar Lurah Cikondang Aden Dendalaga. Untuk pencegahan banjir diusulkan perbaikan drainase.
Karena terang Aden, ada drainase yang menyempit dan alih fungsi, sehingga apabila hujan turun dengan intensitas tinggi, air pun meluap. Sedangkan TPT karena tanah tinggi dan tidak ada penahan, dikhawatirkan dan sudah terjadi juga di RW 3 dan 9, ada longsoran kecil, sehingga diusulkan pembangunan TPT.
Aden menambahkan, Musrenbang Kelurahan Cikondang yang dilaksanakan di kantor kelurahan, secara total menetapkan sepuluh usulan untuk program pemerintah tahun 2027. Terdiri dari lima usulan kegiatan pembangunan sarana prasarana dan lima usulan kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Sepuluh usulan tersebut merupakan hasil penjaringan dari 102 usulan masyarakat yang sebelumnya dihimpun melalui kegiatan rembuk warga. “Usulan prioritas fisik kebanyakan tentang jalan lingkungan. Jadi warga ingin adanya perbaikan dengan hotmix, kemudian TPT, drainase, dan pembangunan sarana air bersih,” jelasnya.
Musrenbang Kelurahan Cikondang yang dihadiri pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat, serta para Ketua RT dan RW, mengusulkan pula pelatihan budidaya tanaman dengan cara hidroponik dan budidaya ikan air tawar. Selain itu pelatihan mekanik, pelatihan budi daya peternakan ayam kampung dan pelatihan pengelolaan sampah.











