BPKH dan DT Peduli Luncurkan Program Pembangunan Ruang Kelas Baru, Kepala Sekolah Pun Senang

  • Bagikan

KABARINDAH.COM — Badan Pengelola Keaungan Haji (BPKH) bersama Darut Tauhid (DT) Peduli Jawa Tengah telah meluncurkan Program Kemaslahatan BPKH Pembangunan Ruang Kelas Baru, pada Jumat (29/01) lalu. Program yang digelar di Kabupaten Rembang dan Blora itu berupa renovasi ruang kelas pada madrasah yang kondisinya kurang layak.

Peluncuran program ini diselenggarakan secara virtual yang dihadiri langsung Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Bupati Blora Djoko Nugroho. Kepala BPKH Anggito Abimanyu, Anggota DPR RI Komisi VIII Harmusa Oktaviani, Ketua Yayasan Darut Tauhid Gatot Kunta Kumara juga turut hadir dalam acara tersebut.

Ada tiga yayasan pendidikan yang mendapat bantuan Pembangunan Ruang Kelas Baru tersebut. Ketiganya, MTs Maslakul Huda Desa Sluke, Madrasah Diniyah Mansyaun Nasyiin Desan Narukan di Kabupaten Rembang serta MTs Miftahul Huda Desa Candi, Kecamatan Todanan di Kabupaten Blora.

Kepala BPKH R, Anggito Abimanyu mengungkapkan, program ini merupakan bentuk komitmen BPKH RI yang bekerja sama dengan DT Peduli dalam memperjuangkan pendidikan melalui fasilitas yang layak bagi siswa.

“Launching pembangunan kelas ini merupakan pertama kalinya di tahun 2021, walaupun inisiasinya di tahun 2020. Semoga DT Peduli dan BPKH tetap komitmen dalam memperjuangkan pendidikan lewat membantu pembangunan fasilitas pendidikan,” ujar Anggito.

Ketua Yayasan Darut Tauhid, Gatot Kunta Kumara mengatakan, amanah dari BPKH ini diterima dan diserahkan kepada yayasan pendidikan yang berada di Rembang dan Blora dengan harapan agar mampu mencetak generasi pemimpin hebat untuk Indonesia. “Semoga kebaikan ini bisa dirasakan manfaatnya sebesar mungkin oleh masyarakat untuk mendidik dan mencetak pemimpin hebat untuk Indonesia,” ungkap Gatot.

Anggota DPR RI Komisi VIII, Harmusa Oktaviani mengapresiasi kerja sama yang dibangun BPKH dan DT Peduli Jateng dalam program perbaikan fasilitas pendidikan ini.
“Terima kasih atas kerja sama yang sangat baik antara DT Peduli Jateng dan BPKH sehingga terwujud fasilitas pendidikan,” ungkap Oktaviani.

Kepala Madrasah Maslakul Huda Sluke Rembang, Sumardi sangat gembira mendapat bantuan dari BPKH dan DT. Menurut dia, selama ini beberapa ruang kelas sudah tidak nyaman dan tidak aman untuk digunakan belajar siswa. Pihaknya berterima kasih dan mendukung program tersebut.

“Ruang kelas yang sudah tidak nyaman dan tidak aman untuk siswa belajar, karena bangunan ruang kelas sementara masih menggunakan dinding triplek dan atap asbes. Sehingga waktu ada hujan dan angin kencang menyebabkan atap asbes di yayasan Maslakul Huda Sluke ini terbang terbawa angin,” kata Sumardi. Ia berharap program ini bisa memacu semangat belajar para siswa.

  • Bagikan