Berkomunikasi dengan Anak Secara Efektif

Oleh Jam-Jam Wahidah
(Magister PAI STAI Sukabumi)

 

Tidak dapat dipungkiri, banyak orang tua merasa kesulitan ketika harus berkomunikasi dengan anak. Kesulitan itu biasanya terletak pada ketidakmampuan orang tua untuk memahami apa yang dimaksud oleh anaknya.

Sehingga, apa yang dikatakan anak seringkali dianggap oleh orang tua hanya sebagai bualan, atau sesuatu yang tidak berrmakna. Keterampilan berkomunikasi bagi orang tua merupakan hal yang sangat penting untuk dikuasai.

Melalui komunikasi yang efektif, orang tua mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk lebih mengenal secara mendalam tentang apa yang dirasakan dan dialami oleh anak. Dengan demikian relasi antara anak dengan orang tua menjadi semakin dekat.

Banyak kasus yang terjadi karena komunikasi antara orang tua dan anak terhambat, bahkan “mandek”, yang menjadikan renggangnya hubungan di antara mereka. Sebagai akibatnya, antara anak dan orang tua merasa jauh secara emosional dan pada akhirnya mereka hidup dalam dunianya sendiri.

Baca Juga:  Menjadi Ibu Bahagia di Masa Pandemi

Komunikasi yang tidak efektif menjadi salah satu penyebab munculnya salah pengertian antara orang tua dan anak yang pada akhirnya muncul konflik. Maka tidak mengherankan apabila kemudian muncul ketidaksabaran daripada orang tua. Aakibatnya kualitas dan kuantitas berkomunikasi antara orang tua dengan anak menjadi berkurang.

Memang bukanlah hal yang mudah untuk dapat berkomunikasi secara efektif dengan anak. Orang tua harus mampu meninggalkan atribut-atributnya terutama atribut sebagai “penguasa” rumah tangga, dan secara sukarela, mau masuk ke dalam dunia anak. Dengan cara ini orang tua akan mampu menyelami diri anak secara total, tidak hanya dari sisi fisiknya. Disinilah orang tua harus dapat mengambil peran bagaimana membangun komunikasi yang efektif dengan anak.

Melalui komunikasi yang efektif ini, orang tua menjadi lebih memahami apa yang terjadi pada diri anak, sehingga sikap, tindakan, dan keputusan yang diambil oleh orang tua benar-benar menjawab kebutuhan anak. Semakin orang tua mampu melakukan komunikasi dengan anak secara efektif, semakin terbukalah kesempatan bagi orang tua dalam memahami dunia anak secara maksimal.

Baca Juga:  Mantap! Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Terapi Khusus untuk Anak Down Syndrome

Paling tidak orang tua mampu mengerti bagaimana cara berpikir anak, bagaimana anak menagnggapi suatu peristiwa, dan bagaimana anak melakukan analisis. Dalam kepolosan dan keluguan anak, seringkali orang tua akan mendapatkan informasi-informasi yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh mereka. Bagi orang tua, Informasi anak tersebut merupakan sesuatu yang menambah wawasannya. Maka tidak menutup kemungkinan orang tua bisa belajar banyak dari anak.

Untuk mewujudkan hal itu, salah satu jalan yang bisa digunakan oleh orang tua adalah bilamana orangtua mampu menjalin komunikasi yang efektif dengan anak. Ukurannya efektif adalah ketika orangtua dan anak mempunyai persepsi yang sama dalam melakukan komunikasi tersebut.

Ada lima hal yang menjadi prinsip dasar bagi orang tua ketika berkomunikasi dengan anak sehingga dapat berjalan secara efektif.
1. Membangun Empati
2. Memahami Sudut Pandang Anak
3. Berperan Sebagai Pendengar
4. Jangan Melakukan Evaluasi
5. Jadilah Motivator.

Baca Juga:  Bangkit dan Berjuang

Komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak menjadi dasar bagaimana orang tua dapat mengerti apa yang menjadi harapan anak. Melalui komunikasi yang efektif, relasi antara orangtua tidak hanya sekedar fisik tetapi juga sampai emosi.

Tugas orang tua adalah memastikan bahwa situasi yang ada harus benar-benar mendukung untuk terciptanya komunikasi yang efektif. Hal ini dapat dimulai dari diri orang tua untuk menjadikan dirinya sebagai teman bicara anak. (*)