KABARINDAH.COM, Garut – Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk kembali menorehkan capaian membanggakan dalam bidang pendidikan.
Melalui Program Beasiswa Santri Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), tingkat kelulusan santri ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 46,7 persen menjadi 90 persen.
Program Beasiswa Santri Baznas merupakan salah satu upaya Baznas dalam mempersiapkan para santri agar mampu bersaing dalam seleksi masuk perguruan tinggi.
Melalui program tersebut, santri memperoleh berbagai bentuk pembinaan, mulai dari penguatan akademik, motivasi belajar, pendampingan karier, hingga pengembangan kapasitas diri yang menunjang kesiapan mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada tahun 2026, Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk kembali dipercaya sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Santri Baznas.
Kepercayaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen pesantren dalam membina generasi muda yang unggul, berprestasi, dan memiliki daya saing untuk menembus perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
Memasuki tahun kedua pelaksanaan program, Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk memperoleh kuota sebanyak 20 santri penerima beasiswa.
Hasil yang dicapai menunjukkan dampak positif yang nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan santri, khususnya dalam menghadapi proses seleksi masuk PTN.
Keberhasilan tersebut tercermin dari sebaran santri yang diterima di berbagai perguruan tinggi negeri ternama. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi kampus tujuan terbanyak dengan persentase penerimaan mencapai 20 persen.
Sementara itu, masing-masing 15 persen santri berhasil diterima di Poltekkes Kemenkes, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Siliwangi.
Selain itu, santri Al-Furqon juga diterima di sejumlah perguruan tinggi negeri lainnya, seperti Universitas Airlangga, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Universitas Tidar, dan Politeknik Negeri Banyuwangi dengan persentase masing-masing sebesar 5 persen.
Peningkatan angka kelulusan yang mencapai hampir dua kali lipat tersebut menjadi bukti keberhasilan sinergi antara Baznas dan Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Cibiuk dalam membangun ekosistem pendidikan yang mendukung prestasi santri.
Program ini tidak hanya membuka akses yang lebih luas terhadap pendidikan tinggi. Namun, menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Keberhasilan tersebut sekaligus mempertegas peran pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan lulusan berkualitas dan siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan di Indonesia.***











