Akhlak, Parameter Harkat, dan Martabat Seorang Manusia

  • Bagikan

Oleh Reni Muplihah
(Magister Pendidikan STAI Sukabumi)

Akhlak menempati posisi yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Akhlak menjadi ukuran martabat seorang manusia. Karenanya, manusia yang ingin bermartabat harus memiliki akhlak mulia.

Setiap aspek dari ajaran agama Islam selalu berorientasi pada pembentukan dan pembinaan akhlak yang mulia, yang disebut akhlakul karimah. Betapa pentingnya pendidikan akhlak untuk kehidupan manusia, baik secara personal maupun kelompok.

Karena dengan inilah kita dapat merasakan, melihat, membandingkan, dan menilai kehidupan seseorang, seperti siswa yang mempunyai perilaku tertentu. Apa akibatnya apabila yang muncul adalah perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma agama? Dan apa akibatnya apabila suatu kehidupan berlandaskan nilai-nilai dan norma agama? Maka dakhlak dapat dijadikan ukuran tinggi dan rendahnya martabat suatu bangsa.

Akhlak juga mengatur bagaimana manusia harus bertindak dalam hubungannya dengan yang makhluk lain dan alam sekitarnya. Hal ini mendorong tumbuhnya sikap mental seperti cinta pada kelestarian alam sekitar dan sayang kepada makhluk lain. Sebab, sesuatu yang diciptakan Allah SWT mempunyai kegunaan dan manfaat yang banyak bagi hidup dan kehidupan manusia.

Akhlak mencerminkan identitas dan kualitas individu, masyarakat, suku dan bangsa bahkan menjadi parameter harkat dan martabat peradaban seluruh umat manusia. Inti ajaran Islam adalah akhlak.

Konsep tersebut dinyatakan dalam sebuah hadis bahwa Allah SWT tidak semata-mata mengutus Muhammad SAW, kecuali untuk satu tugas penting yakni memperbaiki akhlak umat manusia. Pendidikan Islam yang fokus pada pembentukan akhlak mulia menjadi sangat penting. Dalam pendidikan Islam berbasis akhlak dipelajari perilaku terpuji agar diamalkan dan perilaku tercela dihindari dan dijauhi oleh semua peserta didik.

Pendidikan akhlak memberikan pembelajaran kepada siswa tentang perintah dan larangan Allah SWT, dalam hal yang berhubungan antara sesama manusia dan antara manusia dengan makhluk lain, termasuk alam sekitar. Ini akan mendorong siswa untuk berbuat dan bertingkah laku menurut norma dan aturan yang berlaku sehingga mereka menjadi ta’at dan hormat kepada hukum.

Akhlak selalu diidentikan dengan hukum atau undang-undang yang mengatur hubungan manusia. Maka pendidikan akhlak sangat erat hubungannya dengan pembentukan warga negara yang baik dan bertanggung jawab, berbudi luhur dan mempunyai rasa kebangsaan. Dengan demikian pendidikan akhlak sekaligus merupakan usaha nation and character building.

Konsep-konsep akhlak atau etika menanamkan kesadaran akan mengenalkan baik dan buruk, benar dan salah dan memberikan penjelasan tentang hal itu. Sehingga dalam membimbing siswa para guru harus melakukan upaya-upaya sebagai berikut:

Pertama, memberikan contoh teladan yang baik, dalam berperilaku atau bertutur kata.
Kedua, menanamkan kedisiplinan kepada anak, dalam berbagai aspek kehidupan, seperti memelihara kebersihan atau kesehatan dan tatakrama serta berbudi pekerti luhur.
Ketiga, mengembangkan wawasan nilai-nilai moral kepada anak, baik melalui pemberian informasi, atau melalui cerita. Seperti tentang riwayat orang-orang baik (para nabi) yang mengisahkan nilai-nilai kejujuran, kedermawanan, kesetiakawanan atau kerajinan.

  • Bagikan