KABARINDAH.COM, Sukabumi—Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi mulai melakukan langkah antisipasi menyusul penurunan debit air di salah satu sumber utama, yakni Batu Karut. Direktur Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa Kota Sukabumi Dian Afriandi mengatakan, debit air di sumber Batu Karut mengalami penurunan dari kondisi normal sekitar 150 liter per detik menjadi sekitar 110 liter per detik.
“Di Batu Karut itu biasanya 150 liter per detik, tapi saat ini kurang lebih 110-an liter per detik,” kata Dian, Jumat (28/8/2026). Hal ini disampaikan disela-sela momen Peringatan HUT ke-51 Perumda Tirta Bumi Wibawa dan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, secara umum kondisi sumber air yang dikelola Perumda Tirta Bumi Wibawa masih relatif aman dan belum mengalami penurunan debit yang signifikan.
Namun terang Dian, kondisi di Batu Karut perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi pasokan air kepada pelanggan. Untuk mengantisipasi kekurangan air, Perumda menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya melalui rekayasa penggiliran pasokan air.
“Kalaupun terjadi mungkin terjadi kekurangan atau debit air yang menurun, kita pastikan mungkin untuk menjadwal rekayasa gilir air,” ujar Dian. Selain penggiliran pasokan, Perumda juga akan mengoptimalkan sumber air alternatif dengan mengaktifkan sumur-sumur bor yang tersedia.
Pelayanan menggunakan armada tangki air juga disiapkan untuk membantu wilayah yang membutuhkan pasokan air. “Kita ada pelayanan dari tangki juga ada,” kata dia.
Dian mengimbau masyarakat turut berperan dalam menjaga ketersediaan air dengan menggunakan air secara bijak dan tidak berlebihan, terutama di tengah kondisi kemarau. “Kita akan upayakan agar masyarakat bisa bijak atau hemat dalam penggunaan air,” ujarnya.
Di sisi lain, Perumda Tirta Bumi Wibawa juga terus berupaya menekan tingkat kehilangan air atau kebocoran teknis yang masih cukup tinggi. Dian menyebut, tingkat kehilangan air pada Juli 2026 berada di angka 59 persen.
Angka tersebut menurun dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 60,01 persen. “Untuk bulan Juni 60,01 persen, untuk bulan Juli kita di angka 59 persen,” kata Dian.
Menurut dia, penurunan angka tersebut menjadi bagian dari upaya Perumda meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan kepada pelanggan. Hingga Juli 2026, jumlah pelanggan aktif Perumda Tirta Bumi Wibawa juga mengalami peningkatan.
Pada Juni tercatat sekitar 19.863 pelanggan, kemudian naik menjadi 19.878 pelanggan pada Juli. Dian mengatakan, momentum hari ulang tahun ke-51 Perumda Tirta Bumi Wibawa menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen peningkatan pelayanan.
Perumda, kata dia, akan mengutamakan kepuasan pelanggan dengan merespons setiap keluhan secara cepat, tepat, dan ramah. Selain itu, penguatan infrastruktur dan inovasi, peningkatan efisiensi distribusi air, serta penekanan angka kebocoran menjadi sejumlah fokus perusahaan ke depan.
“Kita mengajak kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan, mengutamakan kepuasan pelanggan dengan merespons keluhan secara cepat, tepat, dan ramah,” tutur Dian.











