Yayasan Al-Furqon Sukabumi Kembali Gelar Khitanan Massal, Jadi Tradisi Sosial Keagamaan di Momen Zulhijah

KABARINDAH.COM, Sukabumi—<span;> Yayasan Al-Furqon, Kebonjati Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi kembali menggelar khitanan massal dalam rangkaian kegiatan sosial Iduladha 1447 Hijriah pada Ahad (24/5/2026). Kegiatan ini diikuti puluhan anak dari berbagai wilayah dan menjadi upaya menghidupkan kembali tradisi sosial yang pernah rutin dilaksanakan di Masjid Al-Furqon setiap bulan Zulhijah.

Ketua Yayasan Al-Furqon yang juga anggota DPRD Kota Sukabumi dari Fraksi PKS, Ahmad Farid, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keberlanjutan perjuangan para pendahulu di lingkungan Masjid Al-Furqon. “Ketika saya didaulat menjadi ketua yayasan, saya ingin meneruskan perjuangan orang tua dulu. Di Masjid Al-Furqon setiap bulan Zulhijah selalu ada khitanan massal, namun sempat terhenti. Pada masa kepemimpinan kami, kegiatan ini kembali dihidupkan karena merupakan bentuk ibadah sosial yang harus diteruskan,” katanya

Farid menuturkan, masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan untuk mengkhitankan anak-anak mereka. Karena itu, Yayasan Al-Furqon berupaya menjadikan khitanan massal sebagai agenda rutin setiap momentum Iduladha.

Menurut Farid, jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu peserta yang terdaftar sebanyak 20 anak, tahun ini meningkat menjadi 30 peserta.

“Yang terpenting bagi kami adalah kegiatan sosialnya terus berjalan. Bulan Zulhijah merupakan bulan ibadah sosial dan ini menjadi bagian dari pelayanan kepada masyarakat,” ujar Farid menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi warga sekitar Kebonjati, tetapi terbuka untuk seluruh masyarakat Kota Sukabumi.

Bahkan, pihak yayasan menyiapkan kuota hingga 100 peserta yang akan dilaksanakan secara bertahap. “Kami membuka kesempatan bagi warga Kota Sukabumi yang ingin mengkhitankan anaknya untuk mendaftar di Yayasan Al-Furqon Kebonjati,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaannya, Yayasan Al-Furqon kembali bekerja sama dengan tim medis Rumah Khitan As-Syifa. Kolaborasi itu telah berjalan selama dua tahun terakhir.

Tim Khitan Rumah Sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi Asep Tajul Mutaqin, mengatakan pihaknya menurunkan hampir 30 tenaga medis untuk mendukung kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah ini sudah dua kali bekerja sama dan mudah-mudahan terus berlanjut. Sebenarnya peminat cukup banyak, tetapi kami membatasi jumlah peserta karena mempertimbangkan berbagai hal,” katanya.

Asep menjelaskan, metode khitan yang digunakan merupakan modifikasi konvensional dengan bantuan elektrokauter bertegangan rendah. Metode tersebut dinilai lebih efektif karena meminimalkan kerusakan jaringan dan membantu menghentikan perdarahan secara optimal.

“Prosesnya cukup cepat. Setelah anestesi lokal, tindakan pemotongan jaringan bisa selesai dalam hitungan detik,” terang Asep yang juga Ketua Ikatan Doktor Indonesia (IDI) Kota Sukabumi. Selain memberikan layanan khitan, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan bagi dokter muda yang sedang mempelajari teknik khitan modern di Rumah Khitan As-Syifa.