TPS3R hingga Jalan Lingkungan Jadi Prioritas, Kelurahan Cisarua Kota Sukabumi Genjot Pembangunan Semester II

KABARINDAH.COM, Sukabumi–Pemerintah Kelurahan Cisarua, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, memfokuskan pembangunan tahun 2026 pada pembenahan infrastruktur lingkungan. Setelah menuntaskan revitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) pada semester pertama, pemerintah kelurahan kini bersiap mempercepat perbaikan sejumlah jalan lingkungan yang mengalami kerusakan pada semester kedua.

Lurah Cisarua, Ali Sadikin, mengatakan, peningkatan kualitas infrastruktur menjadi prioritas utama karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat. Selain penataan kawasan, pemerintah kelurahan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui Dana Kelurahan.

Salah satu capaian yang dinilai paling menonjol pada semester pertama ialah revitalisasi TPS3R. Menurut Ali, kawasan yang sebelumnya tampak kumuh kini berubah menjadi lebih bersih dan tertata berkat kolaborasi antara Kelurahan Cisarua dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi.

“Yang menjadi fokus utama pembangunan di Kelurahan Cisarua tahun 2026 yang pertama adalah TPS3R. Alhamdulillah, yang dulunya kumuh sekarang menjadi bersih berkat kolaborasi antara pihak kelurahan dengan Dinas Lingkungan Hidup,” ujar Ali, Senin (6/7/2026). Selain revitalisasi TPS3R, pemerintah kelurahan telah merealisasikan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) serta perbaikan sebagian ruas jalan lingkungan.

Namun, masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan penanganan, di antaranya Jalan Syamsi, Jalan Prana, Jalan Ciaul Pasir, serta beberapa ruas jalan di RW 10, RW 12, RW 17, RW 18, dan RW 19.

Ali menuturkan, wilayah dengan tingkat kerusakan paling tinggi akan menjadi prioritas pengerjaan pada semester kedua setelah anggaran tersedia. “Kami akan mengejar kembali pengerjaan jalan lingkungan yang rusak di RW 18, RW 19, RW 10, kemudian yang paling parah berada di RW 12 serta jalan menuju RW 17. Itu menjadi prioritas kami pada semester kedua,” katanya.

Di sisi lain, program pemberdayaan masyarakat melalui Dana Kelurahan juga terus berjalan dengan melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), kecamatan, serta masyarakat di tingkat RW.

“Untuk pemberdayaan melalui Dana Kelurahan sebagian sudah dilaksanakan karena menurut saya ini sangat urgen. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak kecamatan maupun LPM agar seluruh program dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ali menjelaskan, penggunaan Dana Kelurahan selama ini lebih banyak diarahkan untuk pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan lingkungan dan TPT, khususnya di wilayah yang belum terakomodasi melalui Program Pembangunan Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW).

Untuk pelaksanaan P2RW tahun anggaran 2026, program tersebut diperkirakan mulai berjalan pada anggaran perubahan sekitar Agustus hingga September. Kegiatannya meliputi pembangunan jalan lingkungan, perbaikan Posyandu, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Meski demikian, pelaksanaan sejumlah program masih terkendala proses pencairan anggaran yang sebagian besar baru akan terealisasi pada Agustus.

“Permasalahan utama saat ini masih soal anggaran. Sebagian besar anggaran baru akan turun pada bulan Agustus sehingga beberapa pekerjaan harus menunggu proses tersebut,” kata Ali. Kelurahan Cisarua juga terus mendorong program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Tahun ini, sebanyak 10 unit rumah memperoleh bantuan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi dan masih dalam proses pengerjaan. Selain itu, terdapat bantuan 40 unit rumah dari Buddha Suci, dengan 36 unit di antaranya telah selesai direalisasikan.

Ali berharap seluruh program pembangunan dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir tahun sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kolaborasi dalam mendukung pembangunan di lingkungan masing-masing.