Tingkatkan Kualitas Data Publik : Pemkot Sukabumi Pacu Akurasi Metadata dan Integrasi Statistik Sektoral

KABARINDAH.COM, Sukabumi—Pemkot Sukabumi melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memacu penguatan tata kelola data publik yang presisi dan transparan guna meningkatkan layanan masyarakat. Langkah strategis tersebut dipertegas melalui helatan Rapat Review dan Evaluasi Metadata Sektoral Statistik Kota Sukabumi yang dirangkaikan langsung dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Input Rekomendasi Kegiatan Statistik (Romantik) di ruang pertemuan Diskominfo Kota Sukabumi, Selasa (28/7/26).

Forum strategis yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi selaku pembina data, Diskominfo sebagai Wali Data, serta Sekretariat Satu Data Bappeda Kota Sukabumi ini diselenggarakan untuk membedah kualitas metadata daerah sekaligus menyelesaikan berbagai kendala teknis dalam pengajuan rekomendasi kegiatan statistik sektoral.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Sukabumi, Endah Aruni menerangkan, krusialnya akurasi dan validitas data sektoral dalam proses perumusan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, data yang disajikan tanpa metadata yang jelas bagaikan produk tanpa label kemasan yang berisiko membingungkan pengguna data serta memicu salah interpretasi.

“Metadata bukan sekadar formalitas administratif, melainkan ‘label kemasan’ yang menjamin kualitas, legalitas, dan keterbukaan sebuah data. Jika metadatanya tidak valid, kebijakan yang dihasilkan berisiko tidak tepat sasaran,” ujar Endah. Melalui evaluasi berkala dan Bimtek ini, pihaknya memastikan seluruh Data Statistik Sektoral Daerah (DSSD) Kota Sukabumi memenuhi standar keandalan nasional.

Endah menambahkan, komitmen Pemkot Sukabumi dalam memperkuat ekosistem data daerah telah membuahkan capaian positif. Nilai Indeks Pembangunan Statistik (IPS) Kota Sukabumi saat ini berada pada angka 2,85 (kategori Baik), sementara skor Indeks Satu Data Indonesia (SDI) meraih nilai membanggakan sebesar 83,92. Kendati demikian, konsistensi standarisasi data di tingkat Perangkat Daerah tetap menjadi prioritas perbaikan utama yang harus disempurnakan.

Kepala Bidang Statistik, Persandian, dan Keamanan Informasi Diskominfo Kota Sukabumi, Fery Munggaran, memaparkan adanya kenaikan volume DSSD sebesar +2,57%, dari 1.049 data pada tahun 2024 menjadi 1.076 data pada tahun 2025, yang mencakup 311 indikator dan 765 variabel. Penyumbang DSSD terbanyak dicatatkan oleh Diskominfo (92 DSSD), DPUTR (83 DSSD), dan Dinas Kesehatan (76 DSSD). Namun, evaluasi teknis menunjukkan definisi operasional variabel masih kerap ambigu, istilah variabel dan indikator tertukar, serta formula matematis indikator belum presisi sehingga perlu diselaraskan dengan standar Indonesia Data Hub (INDAH).

Dalam forum ini dipaparkan pula rapor kinerja statistik Perangkat Daerah Kota Sukabumi tahun 2025. Dengan komposisi nilai tertinggi diraih oleh Diskominfo (94,25), diikuti Bakesbangpol (90,00), setelah itu DP2KBP3A (88,75), kemudian BPBD (88,75), dan disusul Bappeda (87,50).

Statistisi Ahli Muda Diskominfo Kota Sukabumi, Zulkarnain, membeberkan rekam jejak pengajuan Romantik periode 2022–2026. Dari total 75 usulan kegiatan statistik yang diajukan ke BPS, sebanyak 30,7% direkomendasikan Layak, 28,0% aktif berproses, dan 29,3% dinyatakan ditolak. Penolakan tersebut umumnya disebabkan oleh dokumen perencanaan yang belum lengkap, adanya risiko duplikasi pendataan, serta metodologi yang belum memenuhi standar statistik.

Sebagai tindak lanjut nyata dari evaluasi yang sedang berjalan, agenda rapat tidak berhenti pada pemaparan hasil review. Kegiatan tersebut langsung dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengisian Rekomendasi Statistik yang didampingi secara langsung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sukabumi. Melalui bimtek praktis ini, para pengelola data OPD dibimbing step-by-step dalam menyusun instrumen, variabel, dan merampungkan penginputan formulir ROMANTIK sesuai standar baku nasional.

Sebagai langkah konkret berkelanjutan pasca-evaluasi dan bimtek, Diskominfo Kota Sukabumi juga menyiapkan program Clinic Metadata untuk memfasilitasi konsultasi teknis OPD, mempercepat pengunggahan dataset tervalidasi ke Portal Satu Data, serta melanjutkan edukasi literasi data ASN. Melalui penguatan kolaborasi ini, Pemkot Sukabumi optimis mampu menyajikan ekosistem data daerah yang andal, akuntabel, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.