Remaja, Insecure, dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan

Oleh Nadhifah Rara
(Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kalimalang, Jakarta)

Kalian tahu kan Insecure atau Insecurity? Insecure adalah istilah dalam bahasa gaul yang sering kita dengar di kalangan remaja.

Menurut pendapat pribadiku, Insecure atau Insecurity merupakan keadaan ketika seseorang merasakan ketidakamanan pada dirinya sendiri. Insecure biasanya ditandai dengan munculnya rasa khawatir, malu, dan tidak percaya diri.

Pernahkah kalian mengalaminya? Setiap orang pasti pernah merasakan keadaan tersebut di dalam hidupnya. Namun, tentu dalam konteks yang berbeda dan porsi yang berbeda-beda pula.

Seseorang yang sedang mengalaminya, merasa dunia tidak adil. Selain itu, merasa dikucilkan lingkungan sekitar yang disebabkan adanya perbedaan. Mereka yang dilanda Insecure menganggap dirinya tidak sempurna dibandingkan orang lain. Sehingga, ia tidak akan pernah merasa cukup dengan dirinya sendiri.

Tuhan telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Ada yang wajahnya lonjong, bulat, mungil. Ada yang badannya tinggi, ada yang pendek. Warna kulit yang beragam pula.

Ada orang yang dilancarkan kariernya. Bahkan ada juga orang yang mengalami kegagalan. Ada pula yang menganggap kualitas diri mereka rendah. Saat seseorang berada pada kondisi tersebut secara berlebihan, bisa menyebabkan depresi yang bisa menghambat potensi diri. Kondisi ini tentu tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus segera diatasi.

Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bisa membuat seseorang mengalami gangguan kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, gangguan makan, dan kelelahan kronis.

Contohnya, ia menjadi takut berbicara dengan orang lain. Takut untuk mengutarakan perasaan yang sedang ia alami. Takut untuk menyampaikan pendapatnya. Takut secara fisik ataupun mental. Gemar membandingkan diri sendiri. Memandang rendah diri sendiri. Haus pengakuan dari orang lain serta menghindari interaksi dengan lingkungan sekitar.

Lalu bagaimana cara mengatasi?

Nah, agar terhindar dari dampak buruk insecure tersebut, kalian jangan pernah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Semua orang punya bakat, punya ciri khas spesial yang sudah Tuhan titipkan ke kita. Itu semua tidak bisa kita samakan dengan orang lain.

Berusahalah untuk tetap berpikir positif. Dengan berpikir positif, kita bisa menyelamatkan diri dari perasaan–perasaan negatif. Berhenti menyalahkan diri sendiri. Perbanyak bersyukur, dengan bersyukur kita jadi lebih menghargai diri sendiri.

Fokuslah untuk membahagiakan diri sendiri dengan hal–hal positif dan berguna. Kembangkan potensi yang ada pada diri sendiri. Hindari orang-orang yang membuatmu Insecure. Lalu, temukan lingkungan pertemanan yang dapat mendukungmu serta memberikan respons positif dan membangun.

Tugas kita sebagai ciptaan Tuhan yang paling baik adalah mengembangkan kelebihan masing-masing supaya bisa menyebarkan energi positif baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • Bagikan