Prodi Akuntansi UMBandung Gelar Webinar Kiat Menembus Jurnal Terindeks Scopus dan WoS (Web of Science)

  • Bagikan
Ardi Gunardi, S.E., M.Si., CSRS, CSRA. saat menyampaikan materi. (Foto: Dok. Prodi Akuntansi FEB UMBandung).

KABARINDAH.COM, BANDUNG – Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung), menggelar webinar bertema ”Kiat Menembus Jurnal Terindeks Scopus & WoS (Web of Science)”, Sabtu (04/09/2021).

Acara ini merupakan bentuk upaya mendukung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kompetensi dosen Indonesia, peneliti, dan stakeholders lainnya dalam meningkatkan jurnal ilmiah sehingga bereputasi internasional.

Peran serta perguruan tinggi dalam meningkatkan kemampuan daya saing bangsa dan pengembangan SDM melalui riset dan teknologi mutlak diperlukan. Bangsa yang besar adalah yang dapat memanfaatkan penelitian, menciptakan output yang bisa bermanfaat untuk kemaslahatan umat.

Penelitian merupakan bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan memiliki publikasi yang bertaraf internasional dengan keluaran terukur, diharapkan dapat menciptakan hasil riset yang bermanfaat dan terarah sehinga dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

Rangkaian acara diawali sambutan Kaprodi Akuntansi FEB UMBandung Erfan Erfiansyah, S.E., M.Ak., CTA., ACPA. dilanjutkan dengan pembukaan secara resmi oleh Dekan FEB UMBandung Dr. Drs. Ia Kurnia, M.Pd.

Webinar yang dimoderatori oleh dosen UMBandung sekaligus Editor in Chief SAFJ. Abin Suarsa, S.E., M.M., CTA., CESF. ini menghadirkan narasumber Ardi Gunardi, S.E., M.Si., CSRS., CSRA. Ardi Gunardi merupakan dosen Universitas Pasundan, editorial board pada 8 jurnal bereputasi internasional, serta reviewer pada 15 jurnal bereputasi internasional.

Tujuh langkah

Mengawali materi, Ardi mengajak peserta mengenal perangkat riset dan publikasi ilmiah, mengapa publikasi di jurnal menjadi penting, alur indeksasi artikel di Scopus dan WoS, cara pandang tentang menulis artikel ilmiah, dan persiapan sebelum publikasi di jurnal bereputasi.

”Publikasi ilmiah yang diterbitkan pada jurnal internasional bereputasi merupakan media bagi akademisi untuk membangun reputasi individu dan institusi tempatnya mengabdi,” kata Ardi.

Ardi juga membagikan pengalamannya sebagai reviewer dan pengelola jurnal. Ardi mengatakan, ”Change your mindset, change your life.”

Hal lain yang sangat penting diketahui dan dipahami akademisi dan praktisi, kata Ardi, yakni mengenal bagaimana tahapan mempublikasikan artikel di jurnal bereputasi internasional.

Ardi memaparkan ada tujuh tahapan mempublikasikan artikel di jurnal bereputasi internasional yang harus dipahami.

“Pertama, do not rush submitting your article for publication. Kedua, select an appropriate publication outlet. Ketiga, read the aims and scope and author guidelines of your target journal carefully. Keempat, make a good first impression with your title and abstract. Kelima, have a professional editing firm copy-edit (not just proofread) your manuscript, including the main text, list of references, tables, and figures. Keenam, submit a cover letter with the manuscript. Adapun yang ketujuh, yakni address reviewer comments very carefully,” tandas Ardi.

Ardi juga menjelaskan alasan mengapa artikel ditolak reviewer dan editor jurnal serta pentingnya research collaborations (kolaborasi penelitian). Ardi menekankan bahwa publikasi yang baik adalah yang dapat benar-benar bermanfaat bagi bangsa.

Semangat dan konsistensi

Sementara itu, sebagai keynote speaker dalam webinar ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto., M.Sc., IPU. memberikan motivasi dan dorongan agar tidak kenal lelah dalam mencoba.

Prof. Herry memompa semangat para akademisi untuk terus tidak kenal lelah mencoba menulis dan mempublikasikan paper pada jurnal yang bereputasi tinggi seperti jurnal yang terindeks Scopus dan WoS (Web of Science).

“Ini salah satu bentuk syiar bahwa ilmu pengetahuan didiseminasikan, disebarluaskan, dan kebenaran disampaikan. Dengan begitu, kita dapat enrich people dengan pencerahan dan bisa memberikan insight (wawasan) yang dapat menjadi paradigma baru menghasilkan simpulan yang berguna untuk peningkatan mutu, efektivitas dalam manajemen, baik di bisnis, pemerintahan, maupun organisasi sosial,” kata rektor.

Rektor mengatakan bahwa Program Studi Akuntansi mempunyai peran yang sangat sentral agar organisasi accountable dan auditable. Dengan demikian, bisa bertanggung jawab mengelola sumber daya.

”Exchange information, pemikiran, dan hal-hal baru melalui jurnal adalah sangat penting. Tantangan publikasi tidak mudah, tetapi semua dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan semangat dan konsistensi, insyaallah kita tidak terbebani untuk meningkatkan jenjang akademik,” tutur Prof. Herry.

Rektor berharap, webinar ini dapat jadi media mengembangkan gagasan, ide-ide yang khas untuk membangun pola berpikir yang dapat digali dari aktivitas kesaharian.

”Mudah-mudahan publikasi kita semua dapat meningkat tajam, keberadaan kita dapat bermanfaat bagi orang lain, dan meningkatkan kontribusi untuk kemajuan bangsa serta negara,” pungkasnya.

Tindak lanjut

Ketua Panitia Webinar Inugrah Ratia Pratiwi, S.E., M.Ak., Ak., CA. mengatakan bahwa dengan adanya webinar ”Kiat Menembus Jurnal Terindeks Scopus & WoS (Web of Science)”, diharapkan dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi di Indonesia, profesional di bidang keuangan dan akuntansi, peneliti dan pengelola jurnal, industri dan stakeholders lainnya mengetahui secara detail tahapan publikasi ilmiah dan dapat mengaplikasikan kiat-kiat menembus jurnal terindeks Scopus dan WoS (Web of Science) ini dengan baik.

”Kami berharap kegiatan semacam ini tidak berhenti di sini. Ke depannya dimungkinkan diadakan workshop pendampingan bagi peserta webinar sehingga yang ingin menembus jurnal internasional terindeks Scopus & WoS (Web of Science) bisa terealisasi,” ucapnya.

Webinar ini dihadiri 329 peserta dengan 64,7% terdiri atas dosen dan peneliti dari perguruan tinggi di Indonesia. Mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 sebesar 28.3%. Sisanya 7% adalah auditor, pengelola jurnal, konsultan, karyawan, ASN, wirausaha, dan umum.

Acara ini juga didukung oleh Asosiasi Program Studi Akuntansi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APSA), Forum Dosen Ekonomi dan Bisnis Islam (Fordebi) Korwil Jawa Barat, BJB Syariah KCP Arcamanik, dan Brownies Amanda. (Siti/Feri)****

  • Bagikan