Kabar  

Universitas Muhammadiyah Bandung Gelar Pendampingan Penulisan Artikel Bagi Dosen

Sejumlah dosen UM Bandung sedang mengikuti pendampingan penulisan artikel ilmiah dalam Program Detasiring 2022 (Dok Promosi dan PMB UM Bandung).

KABARINDAH.COM, Bandung — Dalam rangka menghasilkan artikel ilmiah yang berkualitas, Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) adakan pendampingan penulisan artikel bagi dosen selama 5 hari dari Senin hingga Jumat (31 Oktober-4 November 2022).

Berlangsung di lantai 5 UM Bandung, hadir dalam pembukaan acara ini yakni Dekan Sains dan Teknologi UM Bandung dan para dosen peserta pendampingan.

Ketua Pelaksana Kegiatan apt Anis Puji Rahayu SFarm MSi mengatakan bahwa acara pendampingan bagi dosen ini menjadi bagian dari program Detasering UM Bandung.

Anis mengatakan, para dosen akan mendapatkan pendampingan dari narasumber detaser. ”Jadi, selama 5 hari program ini akan meningkatkan keterampilan dosen mengenai penelitian khususnya penyusunan artikel,” ucap Anis.

Baca Juga:  DPD ASKOPIS Jawa Barat dan Prodi KPI UIN Bandung Gelar Webinar Komunikasi Islam Jilid 2

Anis mengatakan, nantinya para dosen akan menghasilkan peta jalan penelitiannya masing-masing sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP).

”Jadi, para dosen bisa menyesuakan RIP-nya, baik tingkat universitas, fakultas, maupun program studi,” tuturnya.

Selain itu, para dosennya juga dapat menghasilkan proposal penelitian yang ”tembus” hibah penelitian dari mana pun khususnya dari Kemendikbudristek.

”Kita targetkan dari para dosen bisa minimal 20 artikel yang bisa submit ke jurnal terindeks Sinta peringkat 1 dan 2,” kata Anis.

Pentingnya penelitian

Lebih jauh Anis menjelaskan bahwa penelitan sangat penting bagi dosen dalam melaksanakan caturdharma di perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Penelitian menjadi kewajiban bagi dosen dalam melaporkan beban kinerja setiap semester. Penelitian itu akan berpengaruh pada kenaikan jabatan akademik para dosen.

Baca Juga:  Menjalin Persahabatan dan Persaudaraan dengan Berdonor Darah

”Semoga para dosen dapat selalu semangat melakukan dan menghasilkan penelitian yang berkualitas,” tandasnya.

Penulisan

Hadir sebagai narasumber detaser yakni Guru Besar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Prof Dr Ir Wahyu Susihini ST MT IPM ASEAN Eng.

Wahyu mengatakan, penulisan secara bersama-sama memiliki perbedaan yang signifikan daripada penulisan yang dilakukan hanya seorang diri.

Peluang lolosnya artikel penelitian menurut Wahyu salah satunya didukung dengan adanya kelebihan dari para dosen itu sendiri. Kelebihan dari dosen dengan kerja sama tim bisa membuat jurnal yang relaitf bagus.

Wahyu mengingatkan bahwa sebelum melakukan penulisan, idealnya para dosen mempelajari seperti apa jurnal yang dituju.

”Ketika sudah menyesuaikan artikel kita sesuai dengan yang diinginkan, maka kita bisa sambil cross check kira-kira mana yang belum atau sudah sesuai penulisannya,” tututnya.***(FK)

Baca Juga:  Menggarap Potensi Pasar Milenial, Ini Trik dan Cara yang Harus Dilakukan Entrepreneur