Pelajar di Sukabumi Ambil Peran Edukasi Penerapan Hukum dan HAM

  • Bagikan
Walikota Sukabumi, Ahmad Fahmi sedang menobatkan duta hukum-HAM di Aula SMAN 4 Sukabumi, Jumat (11/6).

KABARINDAH.COM—Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi menyampaikan pentingnya edukasi penerapan hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) yang melibatkan para pelajar. Sebab bila dilakukan pelajar akan efektif karena menjadi pengingat bagi teman sebayanya agar tidak melakukan aksi bully dan tawuran.

Hal ini disampaikan wali kota pada acara pengukuhan Forum Pelajar Sadar Hukum (FPSH) dan HAM dan penobatan duta hukum-HAM di Aula SMAN 4 Sukabumi, Jumat (11/6). Keberadaan FPSH dan duta Hukum-HAM ini untuk menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait hukum dan HAM kepada pelajar dan masyarakat.

” Forum ini dibentuk dalam kerangka pelajar terlibat secara aktif atau jadi duta hukum dan HAM bagi teman sebaya dan masyarakat yang ada di sekitar,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi. Pada dasarnya sebagian besar-anak-anak saling menggoda satu sama lain dan itu hal yang wajar dan tidak berbahaya jika kedua belah pihak menganggapnya lucu.

Namun, jika dilakukan terus menerus, menjadi menyakitkan dan berlebihan inilah yang perlu dihentikan karena mengarah pada aksi bully. Kasus-kasus seperti bullying dan tawuran akan berdampak berbahaya bagi anak-anak.

Selain efek fisik, dapat mengalami kesehatan mental dan emosional, dan yang paling parah adalah depresi. Disitulah pelajar dari forum ini bertugas yaitu untuk mencegah aksi bullying dan tawuran.

Dengan semangat kuat ini kata Fahmi, akan menjadi bagian dalam kerangka menciptakan suasana kondusif karena adanya penerapan hukum dan HAM berjalan dengan baik dari waktu ke waktu.

Sehingga kata Fahmi, FPSH dan HAM dapat bertugas sebagai relawan dan setiap hari edukasi dan sosialisasi pentingnya penerapan, pelaksanaan dan implementasi hukum dan HAM. Misalnya dalam konteks meninggalkan bullying dan tawuran untuk melindungi pelajar dari tindakan negatif.

” Ketika pelajar mendapatkan edukasi dan makna hukum, kami berharap ketika menjadi pemimpin telah terbiasa sadar dan taat hukum serta HAM,” cetus Fahmi. Ia mengatakan keberadaan FPSH penting karena untuk mengatasi kenakalan pelajar tidak hanya dilaksanakan pemerintah tapi harus diselesaikan bersama.

Itulah sebabnya diperlukan sinergitas dan kolaborasi untuk memajukan pelajar Sukabumi.” Selamat bekerja dan berkarya serta berprestasi tunjukkan pelajar Sukabumi keren luar biasa,” pungkas wali kota.

Kepala KCD Pendidikan Willayah V Jawa Barat Nonong Winarni mengatakan, pelajar dalam FPSH dan HAM ini dapat mengajak temannya untuk menaati aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Sehingga mereka terbiasa sejak di sekolah untuk menaati hukum dan HAM. (Kinan)

  • Bagikan