Kabar  

Sikkasep Dilaunching, Dorong Naiknya Indeks Keluarga Sehat

Peluncuran Aplikasi SIKKASEP atau Sistem Informasi Kewaspadaan Keluarga Sehat Paripurna untuk mendorong naiknya indeks oleh Pemerintah Kota Sukabumi di Hotel Balcony Sukabumi, Jumat (11/6).

KABARINDAH.COM—Launching Aplikasi SIKKASEP atau Sistem Informasi Kewaspadaan Keluarga Sehat Paripurna untuk mendorong naiknya indeks oleh Pemerintah Kota Sukabumi di Hotel Balcony Sukabumi, Jumat (11/6).

Peluncuran aplikasi ini diinisiasikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi. Layanan ini untuk menunjang sistem informasi yang memadai untuk terwujudnya 12 indikator keluarga sehat di Kota Sukabumi.

” Hari ini kami melaunching aplikasi Sikkasep yang diharapkan membantu aparat di wilayah dalam pendekatan kesehatan berbasis keluarga,” ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi. Targetnya 12 indikator kesehatan harus disukseskan seperti kesehatan ibu dan bayi, ketersediaan jamban sehat dan lain-lain.

Keluarga yang dikatakan sehat adalah keluarga yang setiap individunya berada dalam kondisi yang sejahtera, baik dari segi dari fisik maupun mental, sehingga dapat hidup normal secara sosial dan ekonomi di tengah masyarakat lainnya. Maka kehadiran Sikkasep ini sebagai sarana pendukung untuk mewujudkan keluarga sehat.

Baca Juga:  Tingkatkan Mutu Lembaga, SPI UIN Bandung–UIN Palembang Gelar Webinar Sejarah Islam dan Budaya Lokal

Fahmi menambahkan, “Dengan Sikkasep diharapkan mampu menjadi solusi dalam mendukung keluarga sehat. Apalagi pelibatan teknologi menjadi sesuatu yang tidak bisa dielakkan dan salah satunya dengan menggunakan aplikasi dalam pelayanan kesehatan”.

Layanan ini juga merupakan pelaksanaan misi pertama pemerintahan yakni masyarakat yang sehat. Fahmi berharap dengan adanya aplikasi ini dapat membantu semua lurah dan camat mengontrol wilayah agar terjaga indeks keluarga sehatnya.

Kepala Dinkes Kota Sukabumi Rita Fitrianingsih mengatakan, tujuan aplikasi ini untuk memperbaiki sistem informasi dalam mendorong indeks keluarga sehat. Dengan Sikkasep memudahkan pemegang program di puskesmas untuk menginput hasil kegiatan pemantauan indeks kesehatan keluarga.

Terutama dalam menangani masalah seperti kematian ibu dan bayi dan kesehatan lingkungan atau sanitasi. Sehingga data Sikkasep dapat dimanfaatkan oleh lintas sektor dan aparat kewilayahan.