Kabar  

Mulai dari Langkah Kecil, Dosen Bioteknologi UM Bandung Ajak Masyarakat Hidup Zero Waste

KABARINDAH.COM, Bandung – Dosen Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Noviani Arifina Istiqomah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan dampak lingkungan melalui gaya hidup zero waste.

“Sampah yang kita hasilkan tidak pernah benar-benar hilang. Namun, hanya berpindah tempat dan meninggalkan jejak kerusakan yang jauh lebih lama dibandingkan dengan masa pemakaiannya,” ujar Noviani seperti dikutip dari kanal YouTube UM Bandung pada Jumat (27/03/2026).

Noviani menjelaskan bahwa konsep zero waste merupakan upaya pengurangan limbah secara maksimal dengan cara yang realistis dan konsisten.

“Zero waste merupakan upaya kita untuk mengurangi sampah secara sadar melalui pola konsumsi yang lebih bijak tanpa harus menuntut kesempurnaan secara instan,” jelasnya

Konsep 5R

Dirinya juga menyarankan masyarakat untuk mulai berani menolak barang-barang sekali pakai yang tidak diperlukan dalam aktivitas sehari-hari.

“Selain itu, kita juga bisa menerapkan strategi pengelolaan sampah melalui konsep 5R. Apa itu? Yakni refuse (menolak), reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), recycle (mendaur ulang), dan rot (mengomposkan),” terangnya.

Dia menegaskan bahwa membuang makanan berarti juga menyia-nyiakan sumber daya air, energi, hingga tenaga kerja yang digunakan dalam proses produksinya.

“Sampah makanan adalah masalah besar. Oleh karena itu, kita harus belajar menghargai setiap butir nasi dengan cara menghabiskannya dan mengolah sisa organik menjadi kompos,” tuturnya.

Selain itu, perubahan pola pikir seseorang juga menjadi faktor penting dalam menentukan kebiasaan hidup yang serba otomatis tanpa memikirkan dampak lingkungan.

“Dunia lebih membutuhkan jutaan orang yang mau berproses meskipun perlahan, daripada segelintir orang yang melakukannya dengan sempurna,” imbuhnya.

Maka dari itu, menurut dia perlu adanya komitmen dan kemauan yang kuat dari seseorang agar bisa menjalankan gaya hidup zero waste.

“Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai. Yang penting adalah adanya kemauan yang kuat untuk berubah secara bertahap dan konsisten demi masa depan generasi mendatang,” tegasnya.

Oleh karena itu, Noviani berharap agar kesadaran kolektif ini dapat terus tumbuh menjadi gerakan yang masif dan berkelanjutan.

“Mari kita mulai dari langkah kecil yang konsisten. Setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini akan menentukan kondisi lingkungan kita di masa depan,” pungkasnya.***(FK)