Sosok  

Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi Diangkat Jadi Perdana Menteri

KABARINDAH.COM – Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah diangkat menjadi perdana menteri (PM) Arab Saudi oleh sang ayah, Raja Salman. Sebelumnya, Mohammed bin Salman menduduki jabatan sebagai wakil PM.

Secara tradisional, jabatan PM ini dipegang oleh Raja. Keputusan kerajaan soal pergantian posisi pemerintahan itu diumumkan pada Selasa (27/9) malam waktu setempat. Keputusan itu diterbitkan oleh Saudi Press Agency.

Sebelum menduduki jabatan barunya sebagai PM, Mohammad bin Salman menjabat sebagai wakil perdana menteri di bawah Raja Salman. Ia juga sekaligus menjabat sebagai menteri pertahanan.

Naiknya jabatan Mohammed bin Salman ini membuat sang adik, Khalid bin Salman kini menempati posisi sebagai menteri pertahanan. Sebelumnya Khalid dikenal sebagai wakil menteri pertahanan.

Profil Mohammed bin Salman

Pemilik nama lengkap Mohammed bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul rahman al-Saud lahir pada 31 Agustus 1985. Ia adalah putra Raja Salman bin Abdul-Aziz Al Saudh dari istri ketiganya, Fahdah binti Falah bin Sultan bin Hatsliin.

Baca Juga:  Bob Sadino, Susi Pudjiastuti dan Reza Nurhilman: 3 Entrepreneur Sukses dari Indonesia

Pangeran Mohammed bin Salman adalah anak sulung dari Fahdah. Ia merupakan anak kedelapan dan putra ketujuh dari Raja Salman. Mohammed bin Salman memiliki dua saudara kandung yakni Turki bin Salman dan Khalid bin Salman.

Pada 23 Januari 2015, Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan Arab Saudi. Kemudian selang dua tahun, tepatnya pada 21 Juni 2017 Raja Salman menunjuk Mohammed bin Salman sebagai Putra Mahkota Arab Saudi.

Kini di usianya yang ke-37, Mohammed bin Salman ditunjuk sebagai Perdana Menteri Arab Saudi .

Mohammed bin Salman menikah dengan Putri Sarah binti Pangeran Masyhur bin Abdul Aziz Al Saud. Mereka memiliki 4 anak yakni Pangeran Salman, Pangeran Masyhur, Putri Fahdah, dan Putri Noura.

Pendidikan dan Karier Mohammed bin Salman

Mohammed bin Salman menempuh pendidikan tinggi di King Saud University yang berlokasi di Riyadh. Ia mengambil jurusan hukum dan berhasil meraih gelar Sarjana Hukum pada 2007.

Mohammed bin Salman lulus dengan predikat terbaik kedua dari kelasnya. Ia lulus di usia 23 tahun.

Baca Juga:  Hebat! Robotika UIN Bandung Raih Medali Emas dan MICA Spesial Award di Ajang Kompetisi Internasional

Lulus dari masa perkuliahan, Mohammed bin Salman kemudian memilih masuk di dunia politik. Pada tanggal 15 Desember 2009, Mohammed bin Salman bekerja sebagai penasihat khusus bidang Intelijen Gubernur Riyadh di kantor sang ayah yang saat itu menjabat sebagai gubernur Riyadh.

Karier Politik Mohammed bin Salman

Karier di dunia politik semakin meningkat, ia mulai menjajaki posisi-posisi strategis seperti sekretaris jenderal Dewan Kompetitif Riyadh, penasihat khusus ketua dewan untuk Yayasan Raja Abdulaziz untuk Penelitian dan Arsip, dan anggota dewan pengawas Lembaga Albir di wilayah Riyadh.

  1. 10 April 2007, diangkat sebagai Penasihat paruh waktu di Badan Intelijen di Kabinet
  2. 16 Desember 2009 – 3 Maret 2013, diangkat sebagai Penasihat Khusus Gubernur Riyadh, Penasihat di Badan Intelijen
  3. Sekretaris Jenderal Pusat Kompetitif Riyadh
  4. Penasihat Khusus Ketua Majelis Pengelola Sirkuit Raja Abdul Aziz
  5. Anggota Komite Tinggi Eksekutif untuk Pengembangan Dir’iyyah
  6. Penasihat Khusus dan Pembimbing Kantor Urusan Putra Mahkota Salman bin Abdul Aziz
  7. Ketua Mahkamah dan Penasihat Putra Mahkota setingkat dengan Menteri
  8. Pembimbing Umum Kantor Menteri Pertahanan
  9. Menteri Negara anggota Kabinet sesuai perintah Surat Keputusan Kerajaan
  10. Menteri Pertahanan, Ketua Mahkamah Kerajaan dan Penasihat Khusus Pelayan Dua Tanah Suci setingkat dengan Menteri, sesuai dengan perintah Surat Keputusan Kerajaan
  11. 29 April 2015 Deputi Putera Mahkota dan Wakil Perdana Menteri Kedua, Menteri Pertahanan dan Ketua Dewan Majelis Urusan Ekonomi dan Pembangunan
  12. 27 September 2022 Perdana Menteri Arab Saudi.
Baca Juga:  Biografi Mohammad Hatta: Tokoh Nasional, Negarawan, dan Ekonom Indonesia

Mohammed bin Salman sebelumnya memperkenalkan Vision 2030 pada April 2016, seperti dikutip dari Aljazeera. Vision 2030 bertujuan untuk membuat Arab Saudi jantung peradaban Arab dan Islam hingga mendirikan sistem e-government. Inisiatif ini mencoba mendiversifikasi dan memprivatisasi ekonomi, dan membuatnya tidak terlalu bergantung pada minyak.