Pojok  

Kolaborasi, Design Thinking, HOTs dan Hidup Makin Menyala

Oleh: Wahyudin Darmalaksana, Pegiat Kelas Menulis UIN SGD Bandung

Kolaborasi adalah hubungan setara sesama mitra kerja. Diakui masing-masing punya keunggulan. Keunggulan ini dikolaborasikan hingga tercipta produktivitas. Syarat kolaborasi adalah kreatifitas. Kolaborasi pasti mengasilkan inovasi.

Metode design thinking bisa digunakan dalam kolaborasi. Pertama, empati menempati prasyarat utama untuk mengenali problem yang tengah dihadapi orang lain.

Kedua, memahami problem tersebut secara terinci. Ketiga, menghimpun ide untuk mengatasi problem. Keempat, mencipta prototipe sebagai solusi. Kelima, terus dilakukan evalusi (test) hingga tercipta wujud (type) terbaik.

Kolaborasi bisa digunakan pula strategi HOTs (Higher Order Thinking Skill). HOTs merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Meliputi berpikir kritis, berpikir kreatif, pemecahan masalah, dan pembuatan keputusan.

Baca Juga:  5 Swakaji Pendidikan ala Fröbel

Baik design thinking maupun HOTs, keduanya merupakan keterampilan untuk menemukan solusi terbaik. Keduanya relevan digunakan di dalam kolaborasi.

Pemecahan masalah sendirian biasanya tidak efektif. Terkadang ketika sendirian kita tidak mampu merinci problem yang dihadapi. Pemecahan masalah dipastikan efektif melalui kolabarorasi.

Hidup ini tidak sendirian tanpa sesiapa pun. Ada teman-teman yang baik di sekeliling kita. Setiap kita unik, potensial, dan spesial yang pasti memiliki keunggulan. Karena itu, mulai bangun kolaborasi. Secara lintas rumpun tanpa berbatas geografis.

Kolaborasi pasti mendatangkan keuntungan. Bukan keuntungan personal. Melainkan keuntungan (benefit) bersama sesama mitra kolaborasi.

Selalu kritis, terampil, kreatif, dan inovatif. Dengan begitu hidup ini menjadi berwarna. Dan melalui kolaborasi pasti makin menyala.

Baca Juga:  Ingin Penelitian dan Publikasi Ilmiah Berkualitas, Ikuti Academic Writing Class

Let’s turning our impact !