Kasus Covid Naik, Kota Sukabumi Siapkan RT RW Jadi Duta Kesehatan

  • Bagikan
Rapat koordinasi kewilayahan dan silaturahmi wali kota dengan ketua RT/RW, Lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), badan keswadyaaan masyarakat (BKM) se-Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (15/6).

KABARINDAH.COMKasus Covid-19 di Kota Sukabumi masih menunjukkan angka yang tinggi. Pada Selasa (15/6) misalnya ditemukan sebanyak 31 kasus baru.

Kenaikan ini sejatinya tidak hanya di Sukabumi, melainkan di beberapa wilayah seperti Bandung Raya dan Jakarta. Oleh karenanya Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi mendorong RT/ RW sebagai duta-duta kesehatan lawan Covid-19.

Hal ini disampaikannya dalam rapat koordinasi kewilayahan dan silaturahmi wali kota dengan ketua RT/RW, Lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), badan keswadyaaan masyarakat (BKM) se-Kelurahan Sriwidari, Kecamatan Gunungpuyuh, Selasa (15/6). “ Saya mendorong para Ketua RT/RW menjadi duta-duta kesehatan dalam mengedukasi warga agar disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi.

Saat ini perlu adanya peningkatan kewaspadaan berbasis kewilayahan, karena Covid identik dengan kedisiplinan warga dalam menjaga protokol kesehatan. Sebab makin disiplin warga menerapkan prokes, maka makin mampu menekan kasus Covid.

Contoh sederhana kata Fahmi, dengan menyebarkan informasi protokol kesehatan melalui media WA (whatsapp) grup RT RW setiap pagi dan sore karena dinilai efektif dalam pencegahan Covid dan menjaga kesehatan. Ia juga meminta dukungan RT/RW untuk dapat memantau mobilitas warga dari luar Sukabumi karena dikhawatirkan menyebabkan kenaikan kasus.

Di mana para RT/RW harus memahami wilayah ketika warga dari luar daerah datang ingatkan dan edukasi.Selain dengan cara mematuhi protokol kesehatan, cara lain untuk menekan angka kasus Covid-19 ini dengan vaksinasi.

Maka berikutnya para RT/RW diminta mendorong vaksinasi Covid kepada kalangan lansia yang sangat penting. Saat ini ada program lansia yang diantar satu pendamping bisa divaksin.

” Intinya protokol kesehatan dan vaksinasi penting, karena dampak tidak hanya pada kesehatan melainkan ke semua bidang seperti pendidikan masih belajar di rumah dan naiknya angka pengangguran,” ungkap Fahmi. Sehingga harus optimal untuk disiplin penerapan protokol kesehatan.

Fahmi mengajak, mari pulihkan Kota Sukabumi, dengan, cara mendisiplinkan penggunaan protokol kesehatan di tengah warga dan seandainya di wilayah ada yang positif jangan dijauhi tapi harus diberikan dukungan moril yang digagas RT RW.

Selain Covid-19 masih banyak permasalahan lain seperti geng motor. Para RT/RW diminta mengantisipasi geng motor yang mulai marak kembali. Para ketua RT/RW pahami lingkungan ketika ada inidikasi tempat berkumpulnya geng motor segera laporkan kepada aparat keamanan.

Selain itu warga harus mewaspadai cuaca ekstrem yang akan berlangsung hingga Agustus 2021. Terutama apa yang harus dilakukan seperti bebersih lingkungan seperti saluran air dan lain-lain.

  • Bagikan