Inspiratif, Praditya Adhigana Global School Bangun Budaya Sekolah Aman melalui Student Environment Orientation

KABARINDAH.COM, Sukabumi- Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dikemas dalam kegiatan Student Environment Orientation (SEO) di Praditya Adhigana Global School (PGS) tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda.  Sejak hari pertama sekolah, para peserta didik baru tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan belajar, tetapi juga dibekali keterampilan kemanusiaan dan kesiapsiagaan bencana sebagai bekal menghadapi berbagai situasi darurat.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) tersebut diikuti oleh 30 peserta didik, terdiri atas 14 siswa jenjang SMP dan 16 siswa jenjang SMA, didampingi para guru serta tenaga pendidik.

Melalui kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Sukabumi, PGS menghadirkan pembelajaran yang menanamkan budaya sekolah aman. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, peduli, dan siap bertindak saat menghadapi keadaan darurat.

Dalam sesi edukasi, PMI Kota Sukabumi memberikan materi mengenai pengenalan berbagai potensi bencana, upaya mitigasi, kesiapsiagaan, pertolongan pertama, hingga prosedur evakuasi yang aman. Agar materi lebih mudah dipahami, peserta didik mengikuti simulasi gempa bumi menggunakan metode Drop, Cover, and Hold On, kemudian melakukan evakuasi menuju titik kumpul sesuai jalur evakuasi yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Sukabumi memperkenalkan berbagai tugas penyelamatan yang dijalankan petugas Damkar. Selain edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran, siswa juga dikenalkan dengan layanan animal rescue, penyelamatan korban kecelakaan, hingga berbagai operasi penyelamatan yang kerap dilakukan dalam membantu masyarakat.

Staf Markas PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad J., mengatakan bahwa pendidikan kesiapsiagaan merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

“Budaya sadar bencana harus dibangun sejak usia sekolah melalui pendidikan dan latihan yang dilakukan secara berkelanjutan. Ketika peserta didik terbiasa berlatih, mereka akan mengetahui langkah yang tepat saat menghadapi keadaan darurat sehingga tidak mudah panik. Respons yang cepat dan benar dapat meminimalkan risiko korban maupun cedera,” ujarnya.

Menurut Dinar, Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan rawan bencana memerlukan generasi yang memiliki kemampuan melindungi diri sekaligus mampu membantu orang lain saat terjadi situasi darurat.

“Harapan kami, siswa tidak hanya mampu menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga menjadi agen kemanusiaan yang memiliki kepedulian terhadap keluarga, teman, dan masyarakat. Inilah budaya sadar bencana yang ingin terus dibangun,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Praditya Adhigana Global School, Tajul Barokat, mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama PMI Kota Sukabumi dan Damkar Kota Sukabumi dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik baru.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Sukabumi dan Damkar Kota Sukabumi atas kolaborasi yang luar biasa dalam Student Environment Orientation tahun ini. Materi yang diberikan sangat relevan dengan karakter sekolah kami yang mengembangkan pembelajaran berbasis alam di area seluas kurang lebih empat hektare. Oleh karena itu, kemampuan pertolongan pertama, kesiapsiagaan bencana, dan penyelamatan menjadi bekal penting bagi seluruh peserta didik,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata yang membentuk kepedulian, keberanian, dan rasa tanggung jawab.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal lahirnya generasi yang aktif dalam kegiatan kepalangmerahan. Ke depan, kami ingin peserta didik PGS dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Palang Merah Remaja (PMR), mulai dari event tingkat kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Kami ingin melahirkan generasi yang unggul, berjiwa kemanusiaan, memiliki semangat kerelawanan, serta siap menghadapi berbagai Inspiratif,”pungkasnya