KABARINDAH.COM, Sukabumi — Kesulitan air bersih yang dialami Sekolah Luar Biasa (SLB) A Budi Nurani dan Panti Tuna Netra Budi Nurani di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, selama tiga pekan terakhir mendapat respons cepat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi. Melalui layanan distribusi air bersih, PMI menyalurkan bantuan guna memenuhi kebutuhan dasar para penghuni panti yang terdampak krisis air akibat musim kemarau.
Sebuah kendaraan tangki air milik PMI Kota Sukabumi diterjunkan ke lokasi untuk memasok kebutuhan air bersih bagi para penghuni panti pada Selasa (16/6/2026). Bantuan tersebut disambut penuh syukur oleh pengelola dan penghuni yang selama beberapa waktu terakhir mengalami keterbatasan akses terhadap air bersih.
Ketua Panti Tuna Netra Budi Nurani Kota Sukabumi, Tanti Erkantri, mengatakan bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan aktivitas sehari-hari para penghuni panti.“Alhamdulillah, untuk memenuhi kebutuhan air bersih para penghuni panti, kami mendapatkan bantuan distribusi air bersih dari PMI Kota Sukabumi. Bantuan ini sangat berarti bagi kami yang selama tiga pekan terakhir mengalami kesulitan air bersih,” ujarnya.
Menurut Tanti, proses distribusi bantuan tidak berlangsung mudah. Kendaraan tangki air harus melewati akses jalan yang sempit dan cukup sulit dilalui kendaraan berukuran besar. Namun, kendala tersebut tidak menghalangi upaya PMI untuk menjangkau lokasi panti.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Kota Sukabumi yang secara susah payah tetap bisa menyalurkan air bersih ke panti. Meskipun akses jalan menuju lokasi cukup sempit untuk kendaraan tangki air, bantuan akhirnya dapat sampai dan sangat membantu kebutuhan 35 penghuni panti,” katanya.

Panti Tuna Netra Budi Nurani merupakan lembaga sosial yang memberikan pelayanan, pembinaan, dan pendampingan bagi penyandang disabilitas netra di Kota Sukabumi. Dalam kondisi krisis air bersih, ketersediaan air menjadi kebutuhan yang sangat vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari para penghuni.
Staf Pelayanan PMI Kota Sukabumi, Dinar Mochamad menjelaskan bahwa distribusi air bersih merupakan bagian dari respons kemanusiaan PMI terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan akses air, terutama kelompok rentan.
“Setelah menerima informasi mengenai kesulitan air bersih yang dialami penghuni Panti Tuna Netra Budi Nurani, PMI Kota Sukabumi segera melakukan asesmen dan menindaklanjutinya dengan distribusi air bersih. Kami berupaya memastikan kebutuhan dasar para penghuni panti tetap terpenuhi,” ujar Dinar. Ia mengakui, proses penyaluran bantuan ke lokasi panti menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan akses jalan.
Kendaraan tangki harus bergerak secara hati-hati agar distribusi dapat berjalan lancar dan aman.“Kondisi akses menuju panti memang cukup terbatas untuk kendaraan tangki air. Namun hal tersebut tidak menjadi hambatan bagi PMI untuk memberikan pelayanan kemanusiaan. Alhamdulillah distribusi air bersih dapat terlaksana dengan baik dan diterima oleh para penghuni panti yang membutuhkan,” katanya.
Dinar menambahkan, meskipun PMI Kota Sukabumi memiliki berbagai keterbatasan, lembaganya tetap berkomitmen hadir memberikan pelayanan kemanusiaan sesuai kemampuan yang dimiliki, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat saat menghadapi krisis maupun kondisi darurat.
“PMI hadir untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan air bersih ini dapat meringankan beban penghuni Panti Tuna Netra Budi Nurani sambil menunggu adanya solusi yang lebih permanen terhadap ketersediaan air bersih di lokasi tersebut,” jelasnya.
Bantuan tersebut setidaknya menjadi penopang sementara bagi para penghuni panti di tengah musim kemarau yang mulai memengaruhi ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Sukabumi. Di balik keterbatasan akses dan medan yang tidak mudah, distribusi air bersih itu menjadi bukti hadirnya solidaritas kemanusiaan bagi mereka yang paling membutuhkan.











