Kabar  

Dalam Waktu Dekat, LPPAIK Gelar Baitul Arqam Bagi Dosen UM Bandung

Gedung Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung).***

KABARINDAH.COM – Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) melalui Lembaga Pengembangan dan Pengkajian Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPAIK) akan menggelar Baitul Arqam untuk dosen UM Bandung.

Baitul Arqam untuk dosen UM Bandung ini rencananya akan berlangsung di Balai Besar Guru Penggerak Jawa Barat, Kota Bandung, dari Jumat – Sabtu (26-27 Agustus 2022).

“Baitul Arqam bagi dosen UM Bandung ini merupakan wujud caturdharma PTMA, di mana AIK harus menjadi ruh dalam segala aktivitas sivitas akademika, ini merupakan pengkaderan atau pengenalan tahap awal terkait AIK kepada para dosen,” tutur Ketua LPPAIK UM Bandung Drs Dikdik Dahlan Lukman MHum, di kampus UM Bandung, Selasa (09/08/2022).

Baca Juga:  DPD ASKOPIS Jawa Barat dan Prodi KPI UIN Bandung Gelar Webinar Komunikasi Islam Jilid 2

Dikdik menjelaskan bahwa materi dalam Baitul Arqam nantinya terkait Al Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dua materi itu sangat penting dipahami para dosen UM Bandung karena mereka harus paham manhaj, metode, dan pengambilan keputusan atau kebijakan di lingkungan Muhammadiyah, baik terkait fikih maupun muamalah lainnya.

Dengan adanya pemahaman yang sama, tutur Dikdik, maka para dosen akan satu irama, satu napas, dengan visi dan misi persyarikatan Muhammadiyah. “Oleh karena itu, inilah pentingnya kita menyelenggarakan Baitul Arqam,” kata Dikdik.

Hanya 70 peserta

Dikdik menuturkan peserta Baitul Arqam bagi dosen ini kemungkinan dibatasi hanya 70 orang. Jumlah itu di luar pimpinan yang nanti ke depan akan ada Baitul Arqam khusus untuk mereka.

Baca Juga:  UIN Bandung Fasilitasi 4 Peserta Berkebutuhan Khusus Ikuti SSE UM-PTKIN 2022

“Kami tidak mungkin menggelar Baitul Arqam sekaligus, tetapi dilakukan bertahap atau dibuat semacam gelombang, nah ini merupakan gelombang satu dengan jumlah peserta maksimal 70 orang,” ungkap Dikdik.

Dikdik menerangkan bahwa ada sejumlah kriteria peserta yang akan mengikuti Baitul Arqam ini. Pertama, memprioritaskan dosen yang sudah lama menjadi dosen tetap di UM Bandung.

Kedua, dosen yang menurut penilaian LPPAIK belum banyak “mengetahui” dan “mengenal Muhammadiyah” lebih jauh. Yakni mereka yang murni masuk dan mengajar di UM Bandung yang bukan dari kader.

“Kalau dosen yang dulunya aktif di IPM atau IMM, misalnya, tidak terlalu masalah kalau ditunda dulu pengkaderannya karena tentu saja mereka sudah mengenal dan mengetahui Muhammadiyah,” tandas Dikdik.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19, Warga Diimbau Waspada Penyakit Menular Lainnya

Ketiga, memprioritaskan peserta berdasarkan urutan pendaftaran pada Baitul Arqam. Dari target peserta 70 orang, kata Dikdik, saat ini (Selasa 09 Agustus 2022) jumlah peserta sudah mencapai 90 persen.

“Sehubungan dengan hal itu, kami mengajak kepada seluruh dosen mari kita sukseskan Baitul Arqam kali ini untuk menuju UM Bandung sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang unggul dan berkemajuan,” pungkas Dikdik.***(FA)