Kabar  

UM Bandung Diharapkan Jadi Pusat Lahirnya Wirausahawan Muda

KABARINDAH.COM, Bandung – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas mendorong perguruan tinggi Muhammadiyah, khususnya Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung, bisa merancang kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Hal ini dinilai penting agar lulusan yang dihasilkan tidak hanya siap bekerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja.

Dalam pandangannya, pengelolaan perguruan tinggi memiliki kemiripan dengan pengelolaan sebuah rumah makan.

Kualitas pelayanan dan produk menjadi faktor utama yang menentukan minat masyarakat.

“Perguruan tinggi juga seperti itu. Kalau pelayanannya bagus, kurikulum, dan teaching learning process kita baik, maka orang-orang akan senang kepada kita,” ujarnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengajian Syawal yang digelar di Auditorium KH Ahmad Dahlan pada Kamis (02/04/2026).

Dalam forum tersebut, Abbas menekankan pentingnya peningkatan mutu pendidikan sebagai kunci daya saing perguruan tinggi di era global.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pimpinan kampus memiliki tanggung jawab strategis dalam mendesain kurikulum yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.

Kurikulum tidak boleh bersifat statis, tetapi harus selaras dengan dinamika sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang terus berubah.

Abbas juga mengingatkan bahwa orientasi pendidikan tinggi tidak berhenti pada masa studi, tetapi berlanjut pada kehidupan pasca-kampus.

Mahasiswa harus dipersiapkan untuk menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks, sekaligus memiliki kemampuan beradaptasi dan berinovasi.

Mengutip pandangan Ali bin Abi Thalib, dia menekankan pentingnya mendidik generasi muda sesuai dengan zamannya.

Dia menyampaikan, “Didiklah anak-anakmu, karena mereka hidup pada zaman yang bukan zaman kalian.”

Dalam konteks tersebut, Abbas mendorong keterlibatan mahasiswa dalam proses penyusunan kurikulum.

Partisipasi ini diharapkan mampu menghasilkan sistem pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan dan aspirasi mahasiswa sehingga lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan zaman.

Dia menambahkan bahwa setiap individu memiliki peluang untuk berkarier dan berwirausaha, baik secara mandiri maupun melalui kolaborasi.

Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja. Namun, sebagai pencipta lapangan kerja yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Secara khusus, dia menaruh harapan besar kepada Universitas Muhammadiyah Bandung agar mampu melahirkan lulusan yang mandiri dan produktif.

“Saya berharap UM Bandung akan bisa melahirkan lulusan-lulusan pencipta lapang kerja, bukan hanya pencari lapang kerja,” ujarnya.

Kegiatan Pengajian Syawal tersebut dihadiri oleh seluruh sivitas akademika, mulai dari pimpinan hingga karyawan.

Acara diawali dengan tradisi bersalam-salaman, dilanjutkan dengan pengajian, dan ditutup dengan makan bersama dalam suasana hangat, penuh kebersamaan, serta kekeluargaan.***(FA)