KABARINDAH.COM, Cianjur–Gempa bumi di Cianjur pada tahun 2002 silam, menyisakan misi kemanusiaan yang masih berlanjut. Salah satunya melalui tahap pemulihan membuka akses layanan kesehatan dalam bentuk klinik pratama.
Pada Juli 2025 lalu, Lazismu memanfaatkan tanah wakaf seluas 2700 meter2 yang dikekola Pimpinan Daerah Muhammadiyah Cianjur untuk dijadikan Klinik. Peletakan batu pertama dimulai sebagai cikal bakal berdirinya Klinik Muhammadiyah, di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang pascabencana gempa bumi.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui program Indonesia Siaga, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Kabupaten Cianjur resmi beroperasi mulai hari ini, Sabtu (31/1/2026). Peresmian digelar dan dihadiri langsungu oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, bersama jajaran pemerintah kabupaten dan pimpinan Muhammadiyah.
Klinik Muhammadiyah yang berlokasi di Desa Sarampad didirikan atas inisiatif bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Cianjur yang berkolaborasi dengan Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Awalnya, sebagai respons cepat pemulihan setelah gempa, kata Ketua PDM Cianjur, Saepul Ulum.
“Pembangunan klinik berhasil dilakukan atas respons positif dari Lazismu Pusat dan Lazismu Jawa Tengah. Pembiayaan bantuan kemanusiaan mencakup alat kesehatan hingga dana operasional”, jelasnya dalam keterangan pers dari Kelembagaan dan Humas Lazismu pusat, Sabtu.
Alhamdulillah, klinik ini 99 persen setelah berdiri sudah siap beroperasi. Saepul berharap surat izin operasional dapat segera diproses di pemerintah daerah.
Kepala Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur, Hani Zahia menjelaskan, ide pembangunan lahir karena minimnya layanan kesehatan di kawasan yang juga merupakan lokasi rawan bencana tersebut. “Berawal dari bencana gempa bumi 2022, kami melihat ada kebutuhan mendesak yaitu layanan kesehatan. Harapan kami, klinik ini diterima masyarakat Cianjur dan sesuai mimpi kami, dalam lima tahun ke depan bisa berkembang menjadi Rumah Sakit Tipe D,” jelasnya.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, yang turut hadir bersama Wakil Bupati dalam peresmian itu mengapresiasi langkah Muhammadiyah. Ia mengakui Kabupaten Cianjur masih membutuhkan banyak bantuan mengingat sisa-sisa dampak gempa dan pergeseran tanah masih dirasakan.
“Muhammadiyah memiliki sekolah, universitas, klinik, hingga rumah sakit. Maka dari itu, tidak salah jika Muhammadiyah menjadi salah satu organisasi muslim terkaya keempat di dunia”, kata Bupati Cianjur memuji.
Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat, Gunawan Hidayat berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh warga Desa Sarampad dan sekitarnya. “Mudah-mudahan gedung yang merupakan sumbangan dari para donatur bisa bermanfaat lebih luas bagi masyarakat Cianjur untuk mendapatkan fasilitas kesehatan yang bermutu,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, dalam sambutannya, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, menyoroti jaringan kesehatan gerakan dakwah muhammadiyah yang mendunia. Mendikdasmen memuji desain bangunan klinik muhammadiyah dan menyoroti perkembangan pesat amal usaha Muhammadiyah di usia yang ke-113 tahun ini.
“Bagus sekali desainnya. Kurang lebih 113 tahun lalu, Muhammadiyah hanya perkumpulan kecil di Kauman, Yogyakarta. Sekarang sudah berkembang hingga internasional dengan 31 kantor di luar negeri, di mana lima di antaranya (Amerika, Australia, Jepang, Mesir, Malaysia) telah diakui pemerintah setempat,” jelas Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menambahkan, Klinik Pratama PKU Muhammadiyah Cianjur ini merupakan klinik ke-19 di Jawa Barat. Secara nasional, Muhammadiyah kini mengelolanya dengan total 500 unit layanan kesehatan, yang terdiri dari 300 klinik dan 128 rumah sakit.











