Bisnis  

Pertamina Patra Niaga RJBB dan ITB Kolaborasi Kembangkan UMKM Berbasis Susu Sapi

KABARINDAH.COM, BANDUNG– Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Husein Sastranegara memperkuat pengembangan UMKM melalui kolaborasi dengan berbagai bagian di Institut Teknologi Bandung (ITB) sepertj Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Layanan Kepakaran (DPMK), Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM), serta Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara untuk mengembangkan program berbasis susu sapi di Kampung Sukaluyu, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

MilkSuka merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, Nyaah Ka Parahyangan, yang mengembangkan beragam produk olahan berbahan dasar susu sapi sejak 2025. Berlokasi di Kampung Sukaluyu, Desa Suntenjaya, program ini memanfaatkan potensi lokal sekaligus mendorong peningkatan nilai ekonomi masyarakat sebesar Rp2–4 juta per bulannya.

Kegiatan berbagi pengetahuan tersebut mempertemukan lima dosen ITB, sembilan anggota MilkSuka, serta Karang Taruna Kampung Sukaluyu. Forum ini menjadi ruang bertukar pengetahuan dan perspektif mengenai kondisi usaha, tantangan pengembangan pasar, serta peluang peningkatan daya saing MilkSuka.

Dalam sesi tersebut, DPMK ITB memberikan perspektif akademis dan bisnis mengenai pentingnya memahami kebutuhan konsumen, membangun identitas produk, serta memilih kanal pemasaran yang sesuai dengan karakteristik usaha. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu MilkSuka menyusun strategi pengembangan usaha yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dosen SBM ITB, Amilia Wulansari, menyampaikan, produk lokal seperti MilkSuka memiliki potensi untuk dikembangkan apabila mampu menghubungkan keunggulan produk dengan kebutuhan konsumen serta memilih saluran penjualan yang tepat.

“Produk lokal memiliki potensi untuk berkembang apabila didukung dengan strategi dan saluran pemasaran yang tepat. Memahami posisi dan persaingan di dalam sebuah pasar juga menjadi kunci dalam kesuksesan sebuah produk. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat berbagi perspektif dan memberikan masukan yang dapat menjadi bahan bagi MilkSuka dalam melihat peluang pengembangan pasarnya,” jelas Amilia.

Ketua kelompok MilkSuka, Cucu Sukaesih, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kelompok, khususnya dalam memahami hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pemasaran produk.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan dan masukan baru untuk pengembangan MilkSuka, terutama dalam hal pemasaran. Kami berharap MilkSuka dapat terus berkembang dan semakin mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh anggota kelompok dan masyarakat,” ujar Cucu.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Reno Fri Daryanto, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi salah satu upaya untuk mendukung pengembangan UMKM.

“Pengembangan UMKM tidak hanya berfokus pada kapasitas produksi, tetapi juga pemahaman pasar dan strategi pemasaran. Melalui kolaborasi bersama ITB, kami berharap MilkSuka memperoleh perspektif dan pengetahuan baru yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan kelompok,” ujar Reno.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Pertamina, ITB, dan masyarakat untuk mengembangkan UMKM binaan melalui peningkatan kapasitas dan pemahaman pasar. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita dalam mendorong pengembangan kewirausahaan, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. (*)