Manajemen Peserta Didik

Oleh Rohmawati Arani
(Magister Pendidikan STAI Sukabumi)

Pada dasarnya peningkatan mutu pendidikan sudah sejak lama dibicarakan oleh para pelaku pembangunan dibidang pendidikan, tetapi realitas dan bukti empiris yang terlihat dilapangan menunjukan bahwa mutu pendidikan di Indonesia masih dikatakan rendah salah satunya adalah standar manajemen peserta didik. Padahal manajemen peserta didik merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pendidikan karena berhubungan dengan upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan, menyalurkan, dan mengembangkan kemampuan umum peserta didik.

Secara umum manajemen peserta didik adalah sebagai suatu usaha untuk mengatur, mengawasi, dan melayani berbagai hal yang memiliki kaitan dengan peserta didik agar peserta didik mampu mencapai tujuan pembelajaran di sekolah, mulai dari peserta didik tersebut masuk sekolah sampai peserta didik tersebut lulus dari sekolah.

Artinya bahwa seluruh pihak sekolah atau lembaga pendidikan harus berupaya untuk menjadikan peserta didik bisa mencapai tujuannya, karena fungsi dari manajemen peserta didik adalah mengembangkan potensi individualitas potensi, sosial, dan harapan peserta didik.

Perlu diketahui bahwa peserta didik adalah seorang yang sedang dalam proses perkembangan dan pertumbuhan menurut fitrahnya masing-masing. Oleh karena itu mereka sangat memerlukan bimbingan dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titik optimal kemampuan fitrahnya. Tugas membimbing dan mengarahkan di atas tidak lain dan tidak bukan adalah tugas guru disuatu lembaga pendidikan terutama dalam mengelola siswa di lembaganya tersebut.

Baca Juga:  Guru Kembali Belajar: Teknologi dan Pedagogik

Di sinilah kemudian manajemen peserta didik menjadi bagian penting yang tak mungkin untuk dipisahkan dengan dunia pendidikan.

Selain itu, manajemen peserta didik adalah seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan kontinu terhadap seluruh peserta didik di dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan agar dapat mengikuti proses kegiatan di sekolah dengan efektif dan efisien.

Fungsi dari manajemen tidak terlepas dari POAC yaitu Planning, Organizing, Actuating dan Controlling. Begitupun dalam manajemen peserta didik tidak terlepas dari POAC tersebut,karena merupakan rangkaian yang harus dilaksanakan oleh sebuah lembaga pendidikan.

Sarana penting atau sarana utama dari setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu adalah manusia. Berbagai macam aktivitas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dan aktivitas itu dapat kita tinjau dari sudut proses, seperti perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, dan pengendalian. Atau dapat pula ditinjau dari sudut bidang seperti penjualan, produksi, keuangan, personalia, dan lain sebagainya.

Dalam menentukan perencanaan manajemen peserta didik tentunya melalui langkah-langkah diantaranya Mengumpulkan informasi dan analisis data, Mengidentifikasi kebutuhan, Mengidentifikasi tujuan dan prioritas, Membentuk alternatif penyelesaian, Mengimplementasi, menilai dan memodifikasi.

Baca Juga:  Meminimalisir Learning Loss

Dalam pengorganisasian Manajemen Peserta didik Keterlibatan guru dan tenaga kependidikan merupakan bagian dari organisasi. Salah satu prinsip pengorganisasian adalah terbaginya semua tugas dalam berbagai unsur organisasi secara profesional dan proporsional, dengan kata lain pengorganisasian yang efektif adalah membagi habis dan menstruktur tugas-tugas ke dalam komponen organisasi. Pengorganisasian juga mengatur mekanisme kerja organisasi, sehingga dengan pengaturan tersebut dapat menjamin tujuan yang ditentukan.

Pelaksanaan manajemen peserta didik adalah layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan, dan layanan siswa di kelas dan di luar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti pengembangan keseluruhan kemampuan minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah.

Mengatur kegiatan peserta didik agar menunjang proses belajar mengajar di sekolah dalam pencapaian tujuan sekolah dan tujuan pendidikan yang optimal. Dengan kata lain tujuan pelaksanaan manajemen peserta didik yaitu mengatur kegiatan-kegiatan peserta didik dari mulai masuk sekolah sampai lulus sekolah. Pengaturan kegiatan peserta didik tersebut diarahkan pada peningkatan mutu kegiatan belajar mengajar baik intra maupun ekstrakulikuler, sehingga memberikan konstribusi bagi pencapaian visi, misi, dan tujuan sekolah serta tujuan pendidikan secara keseluruhan. Dengan demikian administrasi peserta didik di sekolah disusun untuk memberi petunjuk bagi penyelenggara dan pengelola administrasi peserta didik dapat tertib dan teratur sehingga mendukung tercapainya tujuan sekolah.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Muhammadiyah-Aisyiyah Door to Door Edukasi tentang Stunting Pada Warga

Evaluasi menjadi salah satu hal penting untuk menilai sejauh mana manajemen peserta didik mampu melaksanakan pelayanan terbaik kepada peserta didiknya. Mampu menganalisis kebutuhan yaitu penetapan peserta didik yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan (sekolah).

Evaluasi yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui peserta didik yang terpandai dan terkurang di kelasnya, mengetahui apakah bahan yang telah diajarkan sudah dimiliki peserta didik atau belum, mendorong persaingan yang sehat antara sesama peserta didik, kemajuan dan perkembangan peserta didik setelah mengalami pendidikan dan pengajaran, tepat atau tidaknya guru memilih bahan, metode, dan berbagai penyesuaian dalam kelas, laporan terhadap orang tua peserta didik dalam bentuk raport, ijazah, piagam dan sebagainya.

Fungsi evaluasi adalah untuk membantu peserta didik agar ia dapat mengubah atau mengembangkan tingkahlakunya secara sadar, serta memberi bantuan padanya cara meraih suatu kepuasan dalam pembelajaran,selain itu juga dapat membantu seorang pendidik dalam mempertimbangkan adequate (cukup memadai) metode pengajaran serta membantu dan mempertimbangkan administrasinya.